Inilah alasan banyak usaha kelontong gulung tikar

By | July 15, 2016

kelontongDewasa ini jika kita perhatikan, banyak sekali inisiatif dari masyarakat yang membuka usaha kelontong, baik mulai dari skala kecil atau rumahan sampai dengan skala besar atau setingkat agen. Masing-masing dari mereka memiliki kecenderungan yang beragam dalam menjalankan usaha tersebut. Usaha kelontong menyediakan bermacam kebutuhan rumah tangga sehari-hari, mulai dari sembako sampai dengan bahan tambahan lainnya, sehingga sangat dominan dicari oleh para konsumennya. Pada kesempatan kali ini TUKARPIKIRAN.NET ingin menyinggung mengenai usaha kelontong dari tingkatan menengah ke bawah yang mana akan mudah sekali terdampak oleh beberapa faktor penyebab dan resiko

Apa yang berbeda dari usaha ini..?

Pada dasarnya pelaku usaha ini memiliki kesamaan persepsi, yaitu menyediakan bahan pokok bagi konsumennya, lalu apa yang membedakan dari setiap usaha yang berdiri, sekaligus hal ini menjadi alasan mengapa banyak dari pelaku usaha tersebut yang gulung tikar atau bangkrut, bukan hanya satu atau dua usaha saja, tetapi hampir dapat diperhatikan disetiap daerah.

Berikut ini yang menjadi alasan mengapa hal tersebut sering terjadi baik kepada pelaku lama, dan terlebih kepada pelaku baru :

  1. Memulai usaha dengan konsep seadanya, tanpa dibarengi dengan pemikiran bagaimana pengembangan setelahnya

Konsep dari usaha kelontong atau jika dipersempit menjadi usaha sembako tidak terlalu membutuhkan ide dan pemikiran yang berlebih, sederhana tetapi tetap harus diperhatikan bagaimana proses berjalannya, jangan terlalu sering mengacuhkannya, tetap memantaunya dan lebih baik lagi jika Anda pikirkan percepatannya, bagaimana usaha-usaha yang akan dilakukan untuk lebih memajukannya dikemudian hari. Jangan kaget jika banyak kompetitor yang membuka jenis usaha yang sama dengan Anda akan bermunculan disana-sini, bahkan disekitaran tempat usaha Anda, maka silakan berbisnis yang sehat dan upayakan pengembangan selanjutnya jika ingin tetap menjaga konsumen

  1. Tanpa cadangan modal untuk mem-backup kondisi kritis

Modal adalah salah satu faktor utama untuk berjalannya sebuah usaha, termasuk usaha kelontong yang Anda geluti, betapa tidak jenis dan kekomplekan item barang ditoko Anda akan sangat tergantung dengan seberapa besar modal yang Anda gelontorkan untuk melengkapinya. Ketidakadaan backup modal usaha akan sangat berbahaya bagi kondisi-kondisi kritis yang sedang dihadapi, apalagi jika Anda kurang memperhatikan keluar masuknya uang dari hasil berniaga tersebut, tidak terlihat kemana jalannya perputaran uang Anda, maka mau tidak mau backup modal terpaksa terpakai, maka silakan cermat dalam keuangan jika kondisi toko Anda tidak terlalu besar cadangan modalnya atau bahkan tidak tersedia, akan sangat berbahaya tentunya apabila aspek ini kurang Anda cermati

  1. Banyaknya konsumen yang berhutang saat membeli barang

Tidak dapat dipungkiri jika ada tetangga kanan kiri yang berniat untuk berhutang ditoko Anda, hal ini dapat membawa dampak psikologis bagi Anda, dan perputaran modal tentunya, menunggak dalam jangka waktu pendek tidak akan terlalu berdampak buruk, tetapi jika menunggak dalam waktu yang lama apalagi dengan nominal yang besar, tentunya akan sanat sekali mengganggu stabilitas perjalanan usaha atau bisnis Anda ini. Banyak kasus orang atau tetangga yang menunggak hutang kepada Anda akhirnya lari dan tidak kembali alias membawa kabur hutangnya kepada Anda, miris bukan…?

Maka cermati hal tersebut, seleksi kepada siapa saja Anda akan memberikan kesempatan berhutang, agar tidak sampai mengancam lajunya usaha Anda, tentunya dalam jumlah yang wajar atau kecil

  1. Kurangnnya variasi barang, sehingga kurang melengkapi barang lain yang dicari konsumen

Kurang lengkapnya variasi dan item jumlah barang di toko Anda juga akan berdampak pada ketertarikan konsumen untuk berbelanja. Strategi yang dapat Anda terapkan adalah, lengkapi setiap item barang ditoko Anda, meskipun masing-masing dalam jumlah yang terbatas, tetapi ada, dan untuk selanjutnya Anda dapat sesuaikan jumlahnya dengan permintaan konsumen Anda, misal awal Anda menyediakan stok beras 200 Kg, jika kesemuanya habis maka belanja berikutnya dapat Anda tambah menjadi 250 atau 300 Kg, begitu juga dengan item yang lainnya. Penambahan jumlah setiap item barang  haruslah Anda pantau dengan seksama, jangan sampai menambah jumlah item barang yang belum banyak diburu konsumen, tentunya hanya akan menumpuk dan kadaluarsa. Maka jika kurang lengkap, konsumen juga tidak banyak akan berkunjung ke toko Anda

  1. Terlalu besar dalam mengambil untung dari setiap barang yang dijual, sehingga konsumen enggan untuk kembali berbelanja ditempat usaha kelontong tersebut

Laba atau keuntungan menjadi daya pikat mengapa Anda membuka usaha kelontong tersebut, begitu juga berlaku untuk semua jenis usaha, pastilah keuntungan yang dominan menjadi arah dan tujuan kemana dan mengapa usaha tersebut dijalankan dan ada…!

Tetapi akan sangat berefek kurang bagus apabila terlalu besar dalam mengambil keuntungan dari setiap penjualan item barang, nantinya akan berefek negatif, banyak konsumen yang akan berpindah ke toko lain dan enggan untuk kembali berbelanja ditoko Anda, mengapa..? hal tersebut disebabkan terlalu mahal bagi mereka, makanya konsumen akan mencari harga yang lebih murah dari tempat Anda, sayang bukan ditinggalkan konsumen…?

  1. Sikap kurang ramah kepada konsumen juga dapat menjadi penyebab sepinya pengunjung atau pembeli, barang yang lama belum terjual menjadi kadaluarsa sehingga dapat menjadi penyebab kerugian

Pelayanan yang baik, ramah, supel dan bijak sangat dinantikan oleh setiap konsumen ditoko Anda, betapa tidak hal tersebut menjadi wajib..! sikap kurang raman terhadap konsumen akan berdampak enggan nya konsumen untuk berbelanja, sehingga omset yang menjadi standarisasi Anda tidak akan tercapai, jika hal tersebut berangsur-angsur lama, maka siap-siap toko Anda sepi pembeli, dampak paling kronis Anda akan cepat menutup gerai toko, sedih bukan…! maka bersikap ramah untuk setiap usaha layanan kepada konsumen adalah modal penting, bagi keberlangsungan usaha kelontong Anda

  1. Banyaknya dibangun minimarket atau swalayan

Silakan lihat disekitar tempat usaha Anda, banyak minimarket atau swalayan yang bermunculan, sudah barang tentu dan jelas sekali hal itu akan berdampak buruk bagi usaha kelontong yang sedang Anda jalankan atau bahkan sudah belasan tahun Anda geluti. Konsumen akan cenderung berbelanja ke minimarket atau swalayan meskipun hanya sekedar membeli minyak goreng setengah kilo atau item barang lainnya, jika dibiarkan suasana usaha Anda jadi melemah dan lesu maka tak lama lagi Anda juga akan menyusul menutup gerai toko lebih awal..!!

Silakan cari dan optimalkan semua yang ada pada diri Anda, berikan pelayanan yang sebaiknya bagi para konsumen, agar tetap berbelanja ditoko Anda, dan rasanya ini adalah usaha pamungkas Anda, semoga akan tetap Berjaya harapannya…

  1. Lokasi tempat usaha

Lokasi tempat usaha juga mempengaruhi ramai atau tidaknya toko Anda, dipinggir jalan besar akan berefek positif, tetapi juga dapat berefek negatif jika pada akhirnya akan bersebelahan dengan minimarket atau swalayan..!

Pada umumnya lokasi yang dekat atau memang dipinggir jalan akan sangat dominan menentukan majunya toko Anda, banyak calon konsumen yang dapat mengetahui keberadaan usaha Anda, dan jika rejeki Anda, maka mereka akhirnya singgah dan berbelanja

Mudahnya perijinan dalam mendirikan minimarket atau swalayan sebenarnya akan berdampak buruk bagi usaha menengah kebawah khususnya dibidang kelontong atau sembako, maka pihak-pihak terkait harus cermat akan hal ini, supaya banyak pengusaha menengah ke bawah dapat terus eksis dan bertahan

Demikian artikel yang TUKARPIKIRAN.NET dapat sajikan, semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Saran dan masukan silakan Anda tinggalkan melalui kolom komentar yang telah tersedia. Terima kasih..

 

Share on Facebook11Share on Google+0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *