Penerapan Fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP pada Ms. Excel

By | November 19, 2017

Pada jaman dahulu pembukuan lebih sering dikerjakan dengan cara tradisional, sebelum penggunaan teknologi komputer dianggap sebagai hal yang wajar dan standar dalam aspek administrasi perkantoran. Orang mengerjakan pembukuan dengan cara manual yaitu dengan dicatat pada buku induk transaksi, tentunya akan sangat menyita waktu dan sumber daya yang ada baik manusia maupun piranti pendukungnya, dan jika ingin menggandakan data maka mekanismenya cukup lumayan, apalagi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebanjiran, kebakaran atau penyebab lainnya.

Pada jaman sekarang teknologi telah menghadirkan solusi tepat guna, praktis dan lebih mumpuni meng cover berbagai macam pekerjaan yang ada. Terlihat jelas perbedaan mekanisme dan sifatnya, sehingga berbagai sumber daya lebih dapat di efisien dan dimaksimalkan sebagaimana mestinya. Kini solusi tepat guna telah terangkum dalam sebuah perangkat aplikasi perkantoran yang dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai macam keperluan administrasi baik dari level ringan, menengah maupun yang lebih rumit, Microsoft Office dengan fitur Excel nya memberikan berbagai macam fungsi yang telah disesuaikan untuk melakukan proses perhitungan sesuai dengan level-level yang dikehendaki.

Pada kesempatan kali ini TUKARPIKIRAN.NET ingin berbagi sedikit pengalaman kepada Anda mengenai penerapan fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP dalam sebuah proses perhitungan nilai sederhana yang mengangkat tema mengenai daftar harga perumahan, untuk lebih jelasnya silakan simak contoh dibawah ini :

Pertama silakan cermati dua buah tabel awal dibawah ini, yaitu tabel tipe dan harga rumah, serta tabel potongan harga

  1. Tabel Tipe dan Harga Rumah

Pada tabel ini menyimpan data mengenai kode rumah yang dilambangkan R1 sampai dengan R5. Kode inilah yang menjadi Primary Key bagi proses perhitungan dalam tabel Transaksi. Tipe rumah untuk menentukan harga, serta data mengenai harga rumah.

  1. Tabel Potongan Harga

Pada tabel ini menyimpan data mengenai besaran potongan harga dan nama paket dari masing-masing level potongan harga tersebut. Sebagai kunci utama, maka kode rumah dihadirkan kembali untuk memberikan inisial bagi level potongan harga dan nama paket masing-masing level tersebut.

Kedua tabel diatas akan mendominasi sebagai penyedia data bagi tabel berikutnya, yaitu tabel transaksi yang dapat Anda cermati dibawah ini :

  1. Tabel Transaksi

Pada tabel transaksi terdapat tujuh proses, antara lain penarikan tipe rumah, penarikan data paket, penarikan data harga rumah per unit, perhitungan total harga berdasarkan banyak nya unit rumah, besaran potongan yang diberikan, total bayar setelah dikurangi dengan potongan, serta besaran total bayar dari serangkaian proses pembelian dan pembayaran semua unit rumah yang terjual.

Berikut penjelasan per proses nya :

A = Proses penarikan data tipe rumah ini dilakukan dengan menggunakan fungsi HLOOKUP dari tabel tipe dan harga rumah. HLOOKUP memberikan pengertian apabila proses penarikan data dilakukan secara Horisontal atau mendatar. Pada tabel tipe dan harga rumah tersebut data tersaji dari kiri ke kanan (yaitu R1 sampai R5).

=HLOOKUP(C23,C5:G6,2,FALSE)

Jika dijabarkan, maka rumus tersebut sebagai berikut :

HLOOKUP(lookup_value, table_array, row_index_num, [range_lookup])

lookup_value, memiliki nilai tipe rumah dari kode rumah R5 yang di inisial kan dalam Cell C23.

table_array, memberikan seluruh anggota data dari kode rumah dan tipe rumah, yang turut mengukuhkan dan men Support Cell C23, dan merupakan nilai dari Cell D23

row_index_num, memiliki nilai urutan penarikan nilai dari table_array sebelumnya. Pertama kode rumah dan kedua tipe rumah, karena terinisial dengan nilai 2, maka data tipe rumah yang menjadi maksudnya, bagian ini juga turut mengukuhkan dan men Support Cell C23, dan merupakan nilai dari Cell D23

range_lookup, bagian ini memberikan inisial sifat proses yang terjadi. Anda dapat menggunakan value TRUE, jika ingin melakukan penarikan data yang sebelumnya akan dilakukan sortir atau pengurutan data dari data yang terkecil atau Ascending terlebih dahulu. Value FALSE, jika Anda ingin langsung menarik data yang dimaksud tanpa harus diawali pengurutan data secara Ascending.

Sehingga dari fungsi =HLOOKUP(C23,C5:G6,2,FALSE), akan didapatkan nilai atau value “102” dari pembeli bernama “E

B  =  Proses penarikan data nama paket ini dilakukan dengan menggunakan fungsi VLOOKUP dari tabel potongan harga. VLOOKUP memberikan pengertian apabila proses penarikan data dilakukan secara Vertikal atau menurun. Pada tabel potongan harga tersebut data tersaji dari atas ke bawah (yaitu Paket 1 sampai Paket 5).

=VLOOKUP(C23,A11:C15,3,FALSE)

Jika dijabarkan, maka rumus tersebut sebagai berikut :

VLOOKUP(lookup_value, table_array, col_index_num, [range_lookup])

lookup_value, memiliki nilai tipe rumah dari kode rumah R5 yang di inisial kan dalam Cell C23.

table_array, memberikan seluruh anggota data dari kode rumah, prosentase potongan harga, serta nama paket yang dimaksud, yang mana bagian ini turut mengukuhkan dan men Support Cell C23, dan merupakan nilai dari Cell F23

col_index_num, memiliki nilai urutan penarikan nilai dari table_array sebelumnya. Pertama kode rumah dan kedua prosentase potongan harga, serta nama paket, karena terinisial dengan nilai 3, maka data nama paket yang menjadi maksudnya, bagian ini juga turut mengukuhkan dan men Support Cell C23, dan merupakan nilai dari Cell F23

range_lookup, bagian ini memberikan inisial sifat proses yang terjadi. Anda dapat menggunakan value TRUE, jika ingin melakukan penarikan data yang sebelumnya akan dilakukan sortir atau pengurutan data dari data yang terkecil atau Ascending terlebih dahulu. Value FALSE, jika Anda ingin langsung menarik data yang dimaksud tanpa harus diawali pengurutan data secara Ascending.

Sehingga dari fungsi =VLOOKUP(C23,A11:C15,3,FALSE), akan didapatkan nilai atau value “PAKET 5” dari pembeli bernama “E”, dan merupakan nilai dari Cell G23

C = Proses penarikan data harga paket rumah ini dilakukan dengan menggunakan fungsi HLOOKUP dari tabel tipe dan harga rumah. HLOOKUP memberikan pengertian apabila proses penarikan data dilakukan secara Vertikal atau menurun. Pada tabel tipe dan harga rumah tersebut data tersaji dari kiri ke kanan (yaitu R1 sampai R5).

=HLOOKUP(C23,C5:G7,3,FALSE)

Fungsi tersebut sama jika dijabarkan dengan proses A, hanya saja tabel_array mencakup sampai 3 bagian yaitu keseluruhan data pada tabel tipe dan harga rumah, sehingga didapatkan data “Rp.210,000,000” dari pembeli bernama “E

D = Proses penarikan data total harga ini dilakukan dengan menggunakan perhitungan

=G23*E23

Dari rumus tersebut didapatkan informasi apabila inisial G23 merupakan harga rumah sesuai kode rumah dan E23 merupakan jumlah unit rumah yang dibeli, sehingga dapat diganti dengan nilai berikut :

= Rp.210,000,000*1

= Rp.210,000,000

E = Proses penarikan data potongan harga ini dilakukan dengan menggunakan perhitungan

=(VLOOKUP(C23,A11:B15,2,FALSE)*E23)*H23

Rumus tersebut memiliki kode rumah R5, yang mana table_array nya menunjuk pada bagian prosentase potongan harga dari kode R5, yaitu : 4.50%.

Potongan harga diberikan sesuai dengan jumlah unit rumah yang dibeli, jika membeli 2 unit rumah maka prosentase potongan harga dikalikan 2 juga, begitu selanjutnya disesuaikan dengan jumlah unitnya. Setelah didapatkan jumlah potongan harganya, barulah diproses dengan mengkalikan prosentase potongan tersebut dengan total harga sebenarnya, barulah Anda akan mendapatkan total bayar yang disepakati.

Cell E23, menginformasikan jumlah unit rumah yang dibeli yaitu bernilai “1”, sedangkan Cell H23 menginformasikan total harga sesuai unit yang dibeli, yaitu bernilai “Rp.210,000,000”.

Dari rumus perhitungan tersebut didapatkan potongan harga sebesar “Rp.9,450,000” pada Cell I23

F = Proses penarikan data total bayar ini dilakukan dengan menggunakan perhitungan

=H23-I23

Dari rumus tersebut didapatkan informasi apabila inisial H23 merupakan total harga sesuai unit rumah yang dibeli dan I23 merupakan jumlah potongan harga yang diberikan, sehingga didapatkan nilai total bayar akhir sebesar :

= Rp.210,000,000 – Rp.9,450,000

= Rp.200,550,000

  Nilai total bayar akhir untuk pembeli bernama “E

G = Proses penarikan data total bayar ini dimaksudkan total bayar untuk semua pembeli mulai dari “A”sampai “E”, dilakukan dengan menggunakan perhitungan

=H24-I24

Dari rumus tersebut didapatkan informasi apabila inisial H24 merupakan total harga keseluruhan unit rumah yang dibeli (seluruh pembeli) dan I24 merupakan total jumlah seluruh potongan harga yang diberikan kepada semua pembeli, sehingga didapatkan nilai total bayar akhir keseluruhan sebesar :

= Rp.1,271,000,000 – Rp.80,485,000

= Rp.1,190,515,000

  Nilai total bayar akhir untuk seluruh pembeli dari “A” sampai “E”

Dari uraian atau penjabaran fungsi HLOOKUP dan VLOOKUP diatas, dapat diambil kesimpulan jika kedua fungsi tersebut digunakan untuk mengambil sebuah nilai tertentu dari sebuah kunci utama (Primary Key), dimana letak nilai yang dimaksud berada dalam sebuah tabel array yang memiliki banyak inisial nilai sesuai dengan nilai kunci yang dimaksud atau dikehendaki. Nilai dapat diambil secara horizontal maupun vertikal.

Demikian artikel yang TUKARPIKIRAN.NET dapat sajikan, semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Saran dan masukan yang bersifat membangun dapat Anda tinggalkan melalui kolom komentar yang tersedia. Terima kasih..

Share on Facebook6Share on Google+0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *