Tips cerdas memfasilitasi jiwa Enterpreneurship

By | June 23, 2016

enterpreneurshipSetiap orang memiliki kecenderungan yang berbeda dalam mensikapi tuntutan hidup. Standarnya orang akan bekerja disebuah perusahaan, instansi pemerintah atau lembaga swasta untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari bahkan juga mengejar prestige dalam berkarir diperusahaan orang. Jika siapapun Anda yang ingin lurus dijalur tersebut, memang itulah titik aman Anda, tapi perlu Anda ingat itu semua ada batas waktunya, sampai kapan dapat produktif dalam segala beban kerja yang ditanggungkan perusahaan kepada Anda kedepan. Pada level ini kekuatan entrepreneurship belum terlihat pada diri pribadi tersebut, keinginan hanya sebatas puas dilevel aman yang menyebabkan kebebasan berekspresi dalam segi financial belum terlihat

Sebagian orang ada yang menjalankan strategi 2 cabang, maksudnya disatu isi aktif sebagai seorang staff atau pegawai di perusahaan atau Instansi, satu sisi seorang tersebut mulai merintis usaha mandiri dirumah yang bisa jadi tidak sendirian menjalankannya tetapi ada keluarga, teman atau relasi aktif yang bersedia mensupport untuk mengembangkan usahanya tersebut. Ada hal yang perlu dikorbankan pada strategi ini!, ya sudah jelas jika waktu pribadi akan tergeser dengan tetap aktifnya seorang tersebut meskipun sudah bukan jam kantornya. Itulah investasi masa depan, jika orang lain sudah menetapkan waktunya sebagai waktu keluarga atau istirahat, maka konsistensi seorang diuji untuk tetap berfikir dua kali mengarahkan dan memperjelas kondisi di masa yang akan datang.  Pada level ini aura kekuatan entrepreneurship telah terlihat pada diri seseorang, meskipun belum sepenuhnya total, karena seorang tersebut masih ingin merasakan kondisi titik aman, meskipun juga telah berpikir dan berusaha untuk memperjuangkan kebebasannya sedikit demi sedikit.

Dari keanekaragaman pola pikir ternyata terdapat juga pemikiran agak “Nyeleneh..” yang pastinya akan dianggap lain dari yang semestinya, berani mengambil resiko untuk tidak berada di titik aman pada awalnya, berada pada posisi yang menegangkan, maka bisa jadi peluang kemandirian seorang tersebut lebih besar atau dominan untuk mencapai impian akan kebebasan finansial, model yang seperti ini yang butuh keberanian dari seseorang untuk menerapkannya. Segenap tenaga dan pikiran dicurahkan secara total untuk merintis dan membesarkan ada yang telah diyakini akan berhasil. Butuh waktu memang, karena semua tidak baik jika didapatkan dengan cara instant. Prosesi kesabaran, ketekunan dan mental tangguh yang dibutuhkan sebagai dasarnya, baru aspek lain yang memang tergolong vital adanya. Pada posisi ini, seorang berani berdiri di kaki sendiri, mengibarkan bendera kemandirian, menjadi pemrakarsa, pemilik sekaligus pimpinan pada usaha yang dirintis dan diperjuangkannya tersebut hingga pada titik aman dengan level yang berlipat. Dengan istilah “lebih baik menjadi kepala semut dari pada menjadi ekor gajah..”, maka kekuatan entrepreneurship tumbuh dan berkembang dengan subur pada level ini

Bagaimana langkah yang dapat diupayakan untuk bisa menerapkan jiwa entrepreneurship pada diri Anda?, berikut TUKARPIKIRAN.NET sajikan tips sederhananya :

  1. Coba Anda tumbuhkan ketertarikan pada aktifitas entrepreneurship. Dengan menengok kisah-kisah sukses para sosok entrepreneur dibidangnya masing-masing
  2. Berfikirlah untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari kegiatan selain rutinitas pekerjaan utama
  3. Arahkan hobi atau kegemaran Anda menjadi lebih produktif, carilah peluang diantara sela-sela kesempatan yang Anda temukan untuk menginvestasikannya
  4. Jika Anda sungkan untuk langsung belajar dari ahIinya, maka intip berbagai alternatif yang pernah dilakukan orang tersebut sehingga menemukan keberhasilannya, dan padukan dengan cara Anda, sehingga bisa lebih menarik dan memiliki kekuatan ganda
  5. Rumuskan formula yang tepat untuk memulai aktifitas entrepreneurship Anda, sehingga berbeda dengan yang lainnya, karena yang berbeda bisa membuat orang lain penasaran
  6. Mintalah bantuan keluarga, saudara atau rekan dekat Anda untuk ikut membantu merintisnya
  7. Tetapkan satu bidang yang akan Anda perjuangkan sampai dengan berhasil, jangan mudah tergoda dengan model lain yang bukan passion Anda, karena dengan seperti itu konsentrasi akan tetap terjaga
  8. Dan langkah terakhir berdo’alah kepada Yang Maha Kuasa supaya upaya Anda tersebut mendapatkan titik terang untuk masa depan Anda. Jika memang ditakdirkan berhasil, maka keputusan ada ditangan Anda, apakah juga masih ingin menjadi pegawai ditempat orang atau atasan di bidang usaha Anda sendiri
  9. Selamat berpetualang…

 

Demikian tips singkat dan sederhana yang TUKARPIKIRAN.NET dapat sajikan mengenai bagaimana memfasilitasi jiwa entrepreneurship, semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Saran dan masukan silakan Anda tinggalkan pada kolom komentar yang telah tersedia. Terima kasih

Share on Facebook12Share on Google+0Tweet about this on Twitter0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *