Tips Update WordPress secara Manual

By | July 5, 2019

WordPress merupakan salah satu platform website atau blog yang mumpuni, memiliki banyak fitur yang memberikan kesan maksimal dalam penggunaannya. Secara obyektif perangkat dari masing-masing pengguna menentukan berjalan atau tidaknya fitur-fitur tersebut, dengan kata lain seperti apakah kondisi yang terjadi, baik-baik saja atau mungkin terkendala dengan pola-pola yang beragam

Mari kita cermati salah satu contoh kendala (troubleshoot) dari kondisi perangkat yang berbeda …

Seperti topik yang kami angkat, yaitu upgrade WordPress secara manual. Mungkin Anda akan bertanya “Mengapa harus seperti itu, bukankah tersedia fitur update secara otomatis …?” , memang benar bahwasanya wordpress menyediakan fasilitas update wordpress rilis terbaru secara otomatis, akan tetapi itulah kendala yang kami maksudkan. Bagi sebagian besar pengguna wordpress belum pernah menemukan permasalahan tersebut, tetapi pada kenyataannya kendala gagalnya proses update wordpress secara otomatis juga sering terjadi, sehingga memaksa penggunanya untuk mencari jalan keluar agar sistem platform yang mereka gunakan tetap dalam keadaan terbaik dan maksimal

Sebenarnya apakah penyebab kegagalan proses update wordpress yang dimaksudkan diatas, dalam hal ini diperlukan sebuah studi kasus untuk melakukan pendeteksian secara riil dari orang-perorang sebagai contoh pengguna yang mengalami permasalahan tersebut, sehingga apabila kuota sudah kita anggap cukup untuk mewakili beberapa pernyataan, maka barulah mengetahui langkah apakah yang tepat untuk menyelesaikannya, tetapi garis besar permasalahan terletak pada komponen penyusun wordpress ataupun konfigurasi server yang digunakan (termasuk penggunaan plugin sebagai sistem proteksi)

  1. Kapasitas Bandwitch yang terbatas

Terbatasnya kapasitas bandwitch menjadi salah satu faktor yang menyebabkan gagalnya update wordpress secara otomatis, hal ini dikarenakan daya tampung untuk source code yang sudah tidak mencukupi lagi. Salah satu hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan menambah atau upgrade kapasitas bandwitch menjadi lebih besar dari semula, bagaimana mekanismenya silakan menghubungi pihak penyedia layanan domain dan hosting yang Anda gunakan

  1. Proses Scanning otomatis yang dijalankan oleh plugin yang digunakan

Proses scanning menjadi salah satu prosedur keamanan yang diterapkan untuk menganalisa dan memproteksi seluruh sumber daya suatu sistem yang dimaksudkan, baik untuk semua folder dan file yang terkandung sebagai penyusunnya.

Mengapa standarisasi keamanan ini dapat menjadi penyebab gagalnya proses pembaharuan (update) komponen tersebut ?, menurut analisa kami hal ini dapat disebabkan karena sistem koneksi terhadap server platform (wordpress.org) terganggu oleh adanya kesalahan koneksi dengan file tertentu dengan server tersebut, atau adanya perubahan hak akses yang disebabkan oleh adanya pengembangan versi terbaru dari plugin (security) yang digunakan sehingga terlihat adanya filter atau pembatasan akses terhadap file atau folder yang digunakan

Selanjutnya bagaimana langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan update platform tersebut, apabila secara otomatis tidak dapat dilakukan ?… tentu saja dengan cara manual agar proses update selanjutnya dapat dilakukan atau berjalan secara otomatis. Berikut ini langkah yang dapat dikerjakan :

  1. Silakan masuk ke CPanel dan cadangkan (backup) Database dari situs yang dimaksud. Anda dapat menggunakan menu Backup yang terletak pada halaman awal saat berhasil Login ke CPanel tersebut

Setelah berhasil masuk pada mode CPanel, silakan perhatikan dan sorot pada kolom Files kemudian pilih Backup

Silakan unduh (backup) daftar database satu-persatu pada bagian “Download a MySQL Database Backup” diatas sesuai dengan jumlah yang Anda miliki, dalam ilustrasi diatas database adalah yang kami berikan kotak merah

  1. Selanjutnya silakan cadangkan (backup) semua folder atau file WordPress yang berada di direktori public_html CPanel Anda, serta jangan lupa dengan file .htaccess yang tentunya membawa konfigurasi situs yang dimaksud. Masih seputar kolom Files, pada bagian ini silakan pilih “Download a Home Directory Backup”. Proses yang Anda berikan akan mengambil seluruh folder dan file yang berada dalam CPanel

Perlu Anda pahami, bahwa seluruh cadangan (backup) baik database maupun folder dan file berguna apabila dalam proses update yang Anda lakukan nantinya tidak berhasil atau terjadi kesalahan prosedur, sehingga dimaksudkan bahwa Anda dapat mengembalikan cadangan tersebut seperti semula termasuk pengaturan konfigurasi (.htaccess), oleh karena itu silakan pastikan bahwa backup database maupun sumber daya file berkualitas dan dapat digunakan kembali

  1. Langkah selanjutnya silakan non-aktifkan seluruh plugin yang ter-install dalam platform WordPress yang Anda kelola. Hal ini disebabkan karena perubahan yang akan terjadi pada platform tersebut, beberapa plugin yang telah terkonfigurasi tersebut bisa saja terjadi konflik atau mode kesalahan dengan proses pemutakhiran (update) tersebut. Apabila nantinya Anda menjadi tidak dapat mengakses menu administrator, maka langkah yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengakses database pada CPanel, kemudian menonaktifkan daftar plugin dan lakukan pengaturan ulang pluginplugin tersebut setelah berada pada menu administrator

Proses update barulah dapat Anda lakukan setelah serangkaian proses backup sumber daya diatas telah Anda kerjakan dengan sempurna. Hal ini penting untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan prosedur yang telah dilakukan

  1. Selanjutnya silakan unduh dan ekstrak paket dari platform WordPress rilis terbaru. Anda akan mendapatkannya dengan mengakses alamat https://wordpress.org/download/
  2. Proses berikutnya adalah menghapus filefile WordPress yang ada didalam folder public_html dari situs Anda, tetapi perlu Anda perhatikan bahwa beberapa file dan folder berikut ini jangan sampai ikut terhapus, mengingat segala mode pengaturan terdapat didalamnya, sehingga apabila ikut terhapus, maka sama saja Anda akan memulainya kembali dari awal memulai blog yang dimaksud :
    1. File wp-config.php
    2. Folder wp-content. Sebagai pengaturan khusus bahwa folder wp-content/cache dan folder wp-content/plugins/widgets harus dihapus.
    3. Folder wp-images
    4. File .htaccess. File ini sering digunakan untuk menyimpan pengaturan atau konfigurasi khusus terhadap platform WordPress, jadi lebih baik Anda tidak menghapusnya
    5. File robots.txt, jika terdapat file tersebut silakan untuk tidak menghapusnya, karena berisi pengaturan khusus terkait konfigurasi yang telah ada
  3. Silakan unggah (upload) file platform WordPress terbaru dari harddrive komputer Anda ke folder public_html di CPanel yang sesuai di situs Anda. Silakan ekstrak file tersebut sehingga menjadi komponen baru penyusun platform WordPress terbaru

  1. Selanjutnya silakan buka halaman administrator (Dashboard) alamat situs Anda, kemudian silakan sesuaikan dengan pengaturan sebelumnya (baik Permalinks atau .htaccess). Install daftar plugin yang Anda butuhkan, kemudian aktifkan untuk memaksimalkan fungsi dan peran masing-masing.

Silakan perhatikan perbedaan atau perubahannya, apakah proses update platform (WordPress) dan plugin sudah dapat Anda lakukan kembali ?, apabila sudah maka langkah-langkah update WordPress yang Anda lakukan berhasil dengan baik

  1. Langkah terakhir silakan perhatikan apakah tampilan dari sisi user sudah sesuai dengan yang di kehendaki ?, apabila masih kurang silakan sesuaikan dengan kelengkapan yang dibutuhkan

Demikian artikel yang TUKARPIKIRAN.NET dapat sajikan, semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Saran dan masukan yang bersifat membangun dapat Anda tinggalkan melalui kolom komentar yang tersedia. Terima kasih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *