Bahaya Mematikan Komputer melalui Tombol Power

By | August 5, 2018

Kelistrikan merupakan masalah utama pada berbagai alat atau piranti elektronik yang ada. Apabila berbicara mengenai sumber tenaga atau power yang digunakan untuk mempekerjakan piranti-piranti eketronik tersebut, masing-masing kelompok piranti memiliki kecenderungan terhadap mode penggunaan sumber tenaga tersebut, ada yang langsung bersumber dari sumber tenaga (listrik), dan ada juga yang dapat menampung sumber tenaga tersebut dan mengubah mode tegangannya (dari AC ke DC).

Hampir semua piranti elektronik memiliki mode teknik On/Off yang sama untuk proses menyalakan dan mematikan proses kerjanya tersebut, hal itu untuk mengatur kapasitas logika dan alur kerja yang telah disematkan pada masing-masing piranti tersebut, sehingga dimaksudkan bahwa proses On/Off sesuai aturannya tersebut akan lebih memperpanjang masa penggunaannya.

Berbicara mengenai komputer, satu diantara banyak piranti atau peralatan elektronik yang sangat digandrungi oleh pengguna. Hampir semua sektor kegiatan tidak lepas dari peran nya untuk lebih mempermudah dan mempercepat proses kerja yang dilakukan. Silakan lebih memfokuskan topik pada teknik penggunaan laptop (termasuk dalam classes komputer) yang memiliki karakter mewakili komputer secara garis besar dan menyeluruh. Disetiap piranti laptop telah disematkan fitur tombol On/Off dengan maksud untuk memulai proses kerja komputerisasi.

Tetapi bagaimana, apakah penggunaan tombol On/Off juga dimaksudkan untuk mematikan seluruh proses komputer ?   

Pertanyataan tersebut tentu akan menimbulkan dilema dan banyak pemakluman dari setiap penggunanya…

Bagaimana kalau proses tiba-tiba Hang (Not Responding), atau sistem tiba-tiba Crash (Blue Screen) ?

Tentunya sama-sama untuk mengetahui bahwasanya pengembang laptop telah memiliki SOP yang baku dan valid untuk bagaimana cara guna komputer secara garis besar, seperti menakan tombol power On/Off saat ingin menyalakan laptop serta menggunakan atau menjalankan proses Shutdown saat ingin mematikan piranti laptop tersebut, sehingga harapan dengan menetapkan aturan (rule) sedemikian tersebut piranti laptop dapat berjalan normal sesuai dengan masa produktif yang telah diperkirakan, atau dapat lebih dari masa perkiraan tersebut.

Menengok pertanyaan mengenai adanya Crash atau Not Responding yang dapat terjadi, maka langkah yang disarankan adalah sebagai berikut :

  1. Apabila kendala yang didapatkan berupa insiden “Not Responding”, maka silakan terapkan fungsi urgensi sabar!, silakan tunggu beberapa saat sampai kursor dapat difungsikan kembali ( hal ini apabila Not Responding nya mengenai semua elemen aplikasi dan sistem) dan silakan pantau proses yang sedang dijalankan oleh komputer laptop disaat yang bersamaan, atau aplikasi yang berjalan secara bersamaan. Terlalu banyak aplikasi yang dijalankan akan mengganggu proses kerja aplikasi yang sedang dijalankan (yang Anda cenderungi sedang gunakan), atau bisa juga karena kondisi komputer laptop yang Over Head, sehingga menyebabkan Not Responding, pada semua lini sistem dan aplikasi.

Silakan turunkan suhu panas komputer dengan memberikan aturan sirkulai udara yang normal, selain itu cek aplikasi yang berjalan, tetapi Anda sedang tidak ingin menggunakannya (matikan proses kerjanya), maka silakan disable kan agar tidak mengganggu maksimalitas aplikasi yang sedang Anda gunakan. Menjalankan banyak aplikasi juga akan mempercepat habisnya cadangan tenaga baterai pada komputer laptop, semakin sedikit fitur atau aplikasi yang dijalankan maka akan memperlama daya tahan baterai.

Dari perlakukan tersebut diatas, pola mematikan komputer laptop dengan menggunakan (menekan) tombol power tidak perlu dilakukan.

  1. Apabila yang terjadi adalah Crash (Blue Screen) pada saat sistem operasi dijalankan atau pada saat proses instalasi sedang dikerjakan, maka hal ini perlu mendapat perhatian khusus. Mode error Blue Screen, memiliki beberapa faktor penyebab (silakan simak ulasan mengenai Cara Mengatasi Blue Screen pada Komputer) sehingga timbul masalah tersebut, seperti adanya virus, kegagalan instalasi program atau driver komputer, ataupun kegagalan proses instalasi komputer yang telah dikerjakan. Pada point ini TUKARPIKIRAN.NET tidak mengulas penyebab Blue Screen terlalu detail, tetapi bagaimana hubungan nya dengan langkah mematikan komputer dengan menggunakan tombol On/Off (mematikan secara paksa).

Apabila yang terjadi adalah Blue Screen, biasanya proses komputer akan stagnant atau berhenti dengan mode layar biru dengan keterangan kegagalan atau error yang terjadi, sehingga komputer laptop tidak dapat di apa-apakan lagi (mode berhenti).

Didalam benak yang terbesit hanyalah menekan tombol power (On/Off), atau mematikan serangkaian proses Software dan Hardware secara paksa. Banyak masalah yang akan timbul bila Anda sering mematikan paksa komputer dengan menekan tombol power (On/Of) tersebut, seperti halnya insiden Bad Sector” pada Harddisk, yang mana menjadi awal kerusakan Harddisk (hilangnya seluruh data file yang Anda miliki yang tersimpan diperangkat tersebut). Selanjutnya dapat juga berupa rusaknya “IC Power / IC Regulator” yang berhubungan dengan proses pengisian daya baterai. Kerusakan lain dapat menyasar pada perangkat Prosessor yang biasanya dapat sepaket dengan Motherboard.

Sedemikian kompleknya dampak yang akan ditimbulkan apabila seringnya mematikan komputer dengan mode menekan tombol power (On/Off), maka disarankan untuk tidak sering melakukannya.

Lalu bagaimana apabila sistem tiba-tiba Crash (Blue Screen) ?

Silakan lakukan mode “System Restore” pada komputer tersebut dengan menggunakan kombinasi tombol “ ctrl+alt+del” secara bersamaan, yang mana fungsinya adalah untuk melakukan mode booting ulang pada komputer Anda. Setelah itu Anda dapat menekan tombol f1 atau esc atau del yang tujuannya adalah menuju ke mode pengaturan BIOS. Dari interface itulah Anda dapat melakukan System Restore atau mengembalikan komputer kepada keadaan sebelum error Blue Screen itu terjadi.

Bagaimana jika harddisk sudah terlanjur terformat ?

Silakan lakukan instalasi ulang sistem operasi pada drive yang Anda maksudkan, perhatikan benar-benar jika mode dan piranti yang Anda gunakan benar-benar dapat men-Support keberhasilan proses tersebut  baik dari segi piranti (DVD, CD atau Flashdisk yang digunakan untuk Burning file sistem operasi) ataupun sistem operasi yang digunakan (file .iso yang menjadi resource atau sumber membuat file executable sistem operasi).

Kondisikan untuk memisahkan data-data penting Anda dari drive yang memuat atau untuk menampung file instalasi (seperti drive C). Hindari drive C tersebut, karena apabila terjadi Crashing pada sistem, data-data penting yang Anda miliki bisa saja tidak dapat dipertanggung jawabkan keselamatannya, sehingga letakkan pada drive lain yang bukan menjadi tujuan proses instalasi sistem operasi.

Bagaimana persisnya kegagalan sistem tersebut terjadi, Anda lah yang mengetahui, dan apabila belum memiliki pola penyelesaiannya, maka silakan untuk secepatnya mengkonsultasikan kepada ahlinya. Menghindari menekan tombol Power (On/Off), memang membutuhkan pemikiran dan konsentrasi yang baik saat kondisi tersebut Anda alami, apabila Anda telah mempu untuk mengatasinya secara otodidak, hal tersebut lebih baik karena selain tidak perlu repot-repot kesana-kemari mengkonsultasikan masalah tersebut, pastinya Anda selangkah lebih maju dari pada sebelum mengetahui atau menjumpai kegagalan tersebut.

Tambahan informasi untuk sekedar diketahu bersama, bahwasanya pada perkembangan teknologi seperti sekarang ini, produsen atau pengembang bisa jadi telah menyematkan sistem proteksi mengenai masalah mengatasi solusi dengan menekan tombol power (On/Off) apabila terjadi kegagalan seperti tersebut diatas, sehingga seluruh serangkaian proses hardware atau software akan aman setelah itu. Gaya mobilitas yang padat menjadi ketidaksabaran Anda untuk segera berbenah dan bergegas untuk aktifitas selanjutnya, sehingga terkadang menghalalkan perilaku mematikan komputer secara paksa tersebut. Meskipun demikian canggihnya sistem yang telah disematkan tersebut, tetapi apabila dilakukan secara terus-menerus, tidak menutup kemungkinan hal terburuk tersebut dapat terjadi (kerusakan hardware komputer), sehingga kecanggihan sistem tersebut bukan jaminan untuk keselamatan dan maksimalitas fungsi dan daya tahan piranti komputer Anda. Hal yang dapat dilakukan adalah penggunaan yang cermat dan sesuai dengan porsinya.

Demikian artikel yang TUKARPIKIRAN.NET dapat sajikan, semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Saran dan masukan yang bersifat membangun dapat Anda tinggalkan melalui kolom komentar yang tersedia. Terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *