Cara Mengatasi Sistem Windows yang Blue Screen

By | September 9, 2018

Salam jumpa bersama kami TUKARPIKIRAN.NET, Anda tentunya dalam kondisi yang sehat selalu bukan ?. Pada kesempatan kali ini kami ingin membagikan tips seputar dunia piranti komputer, khususnya sinkronisasi antara sistem operasi dengan kinerja Hardware yang digunakan.

Pola kerja dan pola penggunaan terhadap piranti komputer menjadi sebuah ukuran untuk mobilitasi dan maksimalisasi piranti komputer itu sendiri. Pola yang tepat tentu saja akan memberikan dampak maksimal terhadap hasil yang telah Anda targetkan, akan tetapi hal ini dapat berbalik menjadi pemicu timbulnya permasalahan baru yang barang kali menghambat target-target yang telah Anda tetapkan.

Pernahkah Anda menemukan sebuah kondisi yang memaksa untuk mere-schedule kembali tahapan-tahapan yang sudah terencana?, kami yakin ada diantara Anda telah mendapatkan kondisi komputer laptop dengan notabene “blue screen”!, tentu hal ini dapat membuat Anda panik, bisa saja Anda langsung men-Judge jika komputer laptop rusak, akan tetapi hal ini merupakan sebuah pelajaran berharga tentang bagaimana sebaiknya dalam menggunakan piranti komputer.

Berbicara mengenai kondisi “blue screen” atau dengan sebutan lain BSoD (Blue Screen of Death) sendiri sebenarnya adalah sebuah kondisi dimana sistem operasi yang Anda gunakan mengalami kegagalan (Malfunction) dalam melakukan serangkaian sistem kerja, atau dengan kata lain kesalahan sistem pada taraf fatal, sehingga sistem operasi (Windows) tidak dapat lagi berjalan atau beroperasi secara aman, bahkan baru saat tahapan proses booting pada sistem operasi yang digunakan. Mengenai hal tersebut perlu kiranya bagi Anda untuk mengenal karakteristik yang terjadi, setidaknya ada sedikit gambaran mengenai langkah awal yang dapat Anda lakukan pada posisi awal.

Berikut ini kondisi-kondisi yang memberikan pesan tersurat mengenai kesalahan yang terjadi :

  1. Terjadi dikarenakan adanya “Crashing System” pada sistem operasi (kegagalan Install dan Update SO, aplikasi, dll).

Masalah pada sistem bisa saja menjadi sebuah moment yang dominan untuk terjadi, walaupun Anda tidak menyengaja melakukannya. Berbicara mengenai kompatibilitas antara sebuah aplikasi dengan sistem operasi yang digunakan menjadi sangat penting untuk diperhatikan, hal ini tentu saja memandang kenyamanan dan maksimalitas proses dan hasil yang akan Anda rasakan. Sering kali setelah update sebuah sistem, instalasi driver ataupun install aplikasi semacam game, alih-alih menjadi lebih powerfull, alhasil sebaliknya yang dapat terjadi, moment Crashing System yang dapat menyebabkan kondisi Blue Screen (BSoD). Maka masalah kompatibilitas menjadi faktor penentu sebuah hasil yang baik

  1. Kerusakan piranti komputer, misalnya RAM, Processor, Harddisk ataupun Motherboard

Penyebab lain terjadinya BSoD (Blue Screen) lainnya yaitu berasal dari kejadian memilukan yang disebabkan adanya kerusakan piranti atau Hardware utama, seperti Motherboard, RAM, Memori Processor atau pun Harddisk yang digunakan. Pasokan daya yang tidak stabil (Power Supply) ternyata juga dapat menjadi penyebab munculnya Blue Screen. Dari serangkaian penyebab tersebut tentu saja akan secara spontan memberikan notifikasi BSoD yang menjadi pertanda kerusakan piranti yang semestinya diperhatikan dan diambil jalan penyelesaiannya

  1. Kerusakan registry yang disebabkan oleh virus atau malware

Bukan virus atau malware jika tidak melakukan sebuah tindak pengrusakan. Tentu saja sistem operasi tertentu akan menjadi sangat kacau saat kerusakan itu telah berhasil diproses, betapa tidak !, Registry sebagai pusat urat syarat dan kontrol sistem berhasil diperbaharui dengan pola yang virus dan malware bawa, hal tersebut dapat mengantarkan sistem operasi pada kondisi BSoD atau Blue Screen. Silakan lakukan proteksi sistem operasi Anda dengan firewall dan antivirus sesuai dengan tipe Anda

  1. Kondisi kurang nyaman bagi piranti komputer karena Overheat (suhu terlalu panas yang tidak dapat lagi ditolerir oleh piranti penyusun komputer)

Kondisi seperti ini sangatlah tidak diinginkan oleh semua piranti komputer, serupa dengan Anda jika berapa pada sebuah ruangan dengan suhu yang panas, pastinya suasana menjadi sangat tidak nyaman, sehingga rasanya ingin segera keluar meninggalkan ruangan tersebut. Overheat menjadi sebuah kondisi dimana piranti atau Hardware akan membuat sistem operasi benar-benar mati, dikarenakan tidak dapat ditolerir lagi pada taraf up normal

  1. Pengaturan BIOS yang tidak sesuai sehingga berpotensi untuk menimbulkan kerusakannya

BIOS adalah sebuah mekanisme penghubung dan pengatur kompatibilitas antara piranti dengan sistem operasi, sehingga dapat dimaknai apabila BIOS pada intinya menjadi katalis antara Hardware dengan Software. Apabila BIOS bermasalah, maka bagaimana Anda akan dapat melakukan penyetingan konfigurasi booting, mode sistem virtual, language, piranti masukan seperti keyboard dan mouse, serta piranti koneksi seperti USB dan Wifi, dan masih ada lagi yang memerlukan BIOS guna melakukan konfigurasi awalnya

Setelah sekilas Anda mengetahui sumber kondisi dari kesalahan tersebut diatas, maka yang menjadi pekerjaan kami adalah menyuguhkan pengalaman tentang mengatasi permasalahan tersebut dengan sesuatu yang mudah untuk Anda cerna. Berikut ini beberapa tanda kesalahan (BSoD atau Blue Screen) dan bagaimana cara mengatasi :

  1. 0x0000007D       INSTALL_MORE_MEMORY

Kode ini memiliki nilai 0x0000007D. Pemeriksaan bug ini menunjukkan bahwa tidak ada cukup memori untuk memulai atau booting pada sistem operasi Microsoft Windows

  1. 0x00000130 DYNAMIC_ADD_PROCESSOR_MISMATCH

Kode ini memiliki nilai 0x00000130. Bugcheck ini menunjukkan bahwa prosessor baru yang telah ditambahkan ke sistem tidak kompatibel atau match dengan konfigurasi yang Anda gunakan saat itu

  1. 0xC0000221 STATUS_IMAGE_CHECKSUM_MISMATCH

Kode ini memiliki nilai 0xC0000221. Ini menunjukkan bahwa driver atau sistem DLL telah mengalami kerusakan, sehingga membutuhkan penanganan selanjutnya

  1. 0xC0000218 STATUS_CANNOT_LOAD_REGISTRY_FILE

Kode ini memiliki nilai 0xC0000218. Ini menunjukkan bahwa file registry tidak dapat dimuat digunakan untuk memulai sebuah proses.

Kesalahan ini terjadi jika file registry-registry yang diperlukan tidak dapat dimuat. Biasanya ini berarti file tersebut telah rusak atau hilang yang mana disebabkan oleh sebuah mekanisme proses sebelumnya

Terkadang, kesalahan ini dapat disebabkan oleh driver yang telah merusak citra registry di memori, atau oleh kesalahan memori di bagian tersebut

  1. 0x00000024 NTFS_FILE_SYSTEM

Kode ini memiliki nilai 0x00000024. Hal ini menunjukkan masalah telah terjadi pada ntfs.sys, file driver yang memungkinkan bagi sistem untuk membaca dan menulis ke drive NTFS.

Salah satu penyebab yang mungkin dari pemeriksaan bug ini adalah disk yang rusak (corrupt). Kerusakan dalam sistem file NTFS atau blok yang bermasalah (bad sector) pada hard disk dapat menyebabkan kesalahan ini. Driver hard drive (SATA/ IDE) yang rusak juga dapat mempengaruhi kemampuan sistem untuk membaca dan menulis ke disk, sehingga menyebabkan kesalahan

  1. 0x100000EA THREAD_STUCK_IN_DEVICE_DRIVER_M

Kode ini memiliki nilai 0x100000EA. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebuah thread di driver perangkat berputar tanpa henti, sehingga menyebabkan sebuah kondisi yang tidak selayaknya atau tidak normal

  1. 0x00000143 PROCESSOR_DRIVER_INTERNAL

Kode ini memiliki nilai 0x00000143. Mekanisme ini menunjukkan bahwa driver Manajemen Daya Prosesor (PPM) mengalami kesalahan fatal. Driver prosesor mendeteksi kondisi yang tidak dapat distabilkan yang mendorongnya untuk melakukan bugcheck. Hal ini mungkin terjadi selama proses eksekusi idle prosesor dan eksekusi perubahan status, yang mungkin melibatkan entitas lain seperti kernel, HAL, dan Power Engine Plugin (PEP)

Untuk lebih lengkapnya mengenai kode-kode kesalahan atau (Error) dari BSoD atau blue screen, Anda dapat mempelajari lebih lanjut pada dokumentasi yang telah disediakan oleh Microsoft, silakan cek informasi dari tautan berikut : Bug Check Code Reference

Selanjutnya bagaimana langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi blue screen (BSoD) tersebut sekiranya terjadi pada piranti komputer Anda ?, berikut ini contoh-contoh tindakan yang TUKARPIKIRAN.NET dapat bagikan untuk Anda :

  1. Restart komputer

Apabila sistem tiba-tiba mengalami Blue Screen, maka belum tentu ada kerusakan perangkat (Hardware), akan tetapi bisa disebabkan karena adanya kejenuhan sistem akibat Overheat (suhu terlalu panas), penyebab lainnya karena jalannya proses yang terlalu besar dan padat disaat yang bersamaan, sehingga memory tidak mampu menampung antrian yang sama-sama ingin mendapatkan prioritas antrian, hal tersebut selain menyebabkan Hang pada sistem juga dapat menyebabkan kondisi Blue Screen (BSoD) itu terjadi. Untuk mengatasi kondisi yang masih dibilang peringatan tahap awal ini, silakan lakukan restart komputer dan lakukan maintenance dan sinkronisasi antara sistem dengan perangkat (Hardware) agar dapat berjalan stabil kembali

  1. Repair atau Restore System

Repair System dapat Anda gunakan apabila ada bagian sistem operasi yang rusak atau bermasalah. Piranti atau alat yang Anda gunakan adalah dengan CD/DVD installer atau dengan USB Flashdisk installer yang sering Anda gunakan. Dari installer tersebut akan dilakukan pengecekan bug-bug yang muncul, sehingga dengan pilihan Repair System yang disediakan, diharapkan terjadi penambalan sistem menjadi normal kembali

Restore System adalah alternatif lain yang dapat Anda gunakan untuk mengembalikan sistem operasi seperti sebelum terjadi Blue Screen. Mode seperti ini akan menghapus segala file atau dokumen yang telah Anda buat atau ter install sampai dengan terjadinya Blue Screen

  1. Scan komputer dari virus dan malware

Infeksi virus dan malware juga memiliki andil besar dalam memperburuk kondisi sistem operasi. Bagaimana tidak mengingat tujuan utama nya adalah mengacaukan sistem itu sendiri, file-file registry dan file dokumen lainnya menjadi sasaran penting dalam proses meng-infeksi. Silakan lakukan scan dan karantina terhadap virus dan malware yang terduga bersarang pada komputer Anda, sedangkan mengaktifkan firewall juga bukan alasan yang buruk bagi kesehatan komputer dan data-data Anda, maka ambil tindakan secepatnya sebelum keadaan semakin parah

  1. Periksa kondisi perangkat komputer (Hardware)

Kondisi perangkat penyusun komputer yang kotor dan berdebu ternyata turut menyumbang terjadinya Blue Screen, silakan cermati bagaimana reaksi perangkat komputer jika sering terjadi Overheat, contoh lain riskan sekali terjadi korsleting karena mekanisme alur daya listrik yang terhambat karena tebalnya debu. Tindakan membersihkan perangkat dari kotoran menjadi salah satu alternatif utama dalam mengatasi kesalahan dan kerusakan yang dapat ditimbulkan. Apabila sudah terjadi Blue Screen, silakan periksa keadaan perangkat (Hardware), seandainya memang benar telah rusak, silakan untuk mengganti dengan perangkat yang masih berfungsi dengan baik atau baru

  1. Memaintenance driver yang dibutuhkan dengan agenda update secara benar dan kompatibel dengan mode normal maupun Safe Mode

Melakukan update driver dapat membantu menyempurnakan sistem, sekaligus menyesuaikan dengan aplikasi terbaru yang Anda gunakan (agar dapat kompatibel dengan aplikasi terbaru).

Uninstall aplikasi yang tidak mampu beradaptasi dengan perangkat dan sistem operasi Anda :

Silakan hapus aplikasi yang ternyata tidak kompatibel dengan komputer yang Anda gunakan, karena hal tersebut dapat mengganggu file-file registry, sehingga dapat menyebabkan blue screen

Safe Mode

Menggunakan safe mode adalah alternatif yang dapat Anda gunakan apabila secara mode normal tidak dapat melakukan booting ke sistem Windows yang ter-install pada komputer Anda. Penggunaan mode ini adalah untuk memperbaiki (me-remove driver atau aplikasi) yang ternyata membuat sistem Windows menjadi error (Blue Screen), setelah itu silakan coba booting dengan mode normal

  1. Install ulang Windows

Install ulang Windows adalah alternatif terakhir apabila serangkaian proses perbaikan dan update dirasakan masih belum mampu untuk membuat sistem kembali powerfull, akan tetapi silakan lakukan backup terlebih dahulu untuk semua data-data penting yang masih berada pada drive tempat sistem Windows Anda tempatkan

Hal yang dapat Anda lakukan sebagai antisipasi agar komputer tetap dalam keadaan prima adalah tetap merawat dan memperhatikannya, meskipun kerusakan itu dapat terjadi kapan saja, minimal kita dapat memperpanjang massa penggunaannya.

Demikian artikel yang TUKARPIKIRAN.NET dapat sajikan, semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Saran dan masukan yang bersifat membangun dapat Anda tinggalkan melalui kolom komentar yang tersedia. Terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *