Cara Merawat Baterai Tanam pada Laptop

By | July 29, 2018

Baterai menjadi sebuah sumber penyimpanan daya atau energi pada sebuah perangkat keras. Baterai sangat diandalkan untuk berfungsinya sebuah perangkat elektronik, hal ini berlaku salah satunya pada sebuah perangkat komputer yang sering kita kenal dengan laptop, notebook dan netbook. Tanpa menggunakan baterai, maka sisi portable dari sebuah laptop tidak akan luwes untuk disematkan pada sisi kemampuan yang dibanggakannya. Seiring sejalan dengan bertambah mapannya sebuah teknologi, maka  baterai sebuah laptop terkamuflase menjadi sebuah bagian yang tersembunyi (Non-Removable), hal ini jelas berbeda dengan versi terdahulunya yang masih bersifat “Removable”. Pengembang memiliki maksud dan tujuan yang disematkan pada produk terbarunya tersebut, tuntutan fleksibilitas, ramping, dan elegan menjadi salah satu faktor mengapa baterai pada laptop menjadi berubah sifat menjadi tidak dapat dilepas atau istilah tadi adalah “Non-Removable”. Setiap produk pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan, akan tetapi hal tersebut tidak harus menjadi sebuah perdebatan panjang, tinggal bagaimana pengguna untuk memperhatikan dan mempelajari bagaimana langkah atau cara untuk membuat perangkat laptop yang dimiliki menjadi lebih awet dan berumur panjang (dalam hal ini adalah baterai).

Pada baterai “Removable”, pengguna sering melepas baterai laptop dengan alasan agar lebih awet dan tidak cepat mengalami Drop, tetapi hal ini tidak sepenuhnya tepat, dengan jarangnya digunakan maka pengguna tidak selalu memperhatikan berapa volume daya atau energi yang tersisa, bisa jadi dibiarkan dan tersimpan pada posisi “zero energy” atau habis baterai. Hal lain yang timbul, alih-alih ingin memperawet baterai, hal ini bisa jadi menimbulkan kerusakan para perangkat vital lainnya seperti Motherboard, Display, Harddisk dan lainnya, dikarenakan laptop sering dipacu dengan penggunaan daya yang bersifat “AC” atau mendapatkan daya atau energy langsung dari sumber listrik, sedangkan bisa jadi tegangan listrik tidak selalu normal (ada kalanya turun dan naik).

Pada kesempatan kali ini TUKARPIKIRAN.NET ingin berbagi cara sederhana bagaimana Anda dapat menjaga kondisi prima baterai laptop yang bersifat tertanam (Non-Removable), serta memposisikan perangkat baterai dalam ukuran menejemen standar (titik amannya). Silakan simak artikel dibawah ini, semoga dapat bermanfaat untuk Anda :

  1. Gaya pemakaian baterai harus aman

Berbicara mengenai gaya pemakaian, maka hal ini relatif dari masing-masing penggunanya. Terkadang dapat dijumpai pengguna dengan gaya pemakaian yang santai, diatas kasur busa, atau diletakkan diatas bantal dengan tujuan agar posisi pengetikan dan penggunaan scroll lebih mantap. Tempat yang tidak dapat memberikan sirkulasi udara secara lancar dan nyaman bagi perangkat laptop sering sekali menjadi pemicu rusaknya cell-cell baterai, sehingga menjadikan baterai hanya dapat menyimpan cadangan baterai sesuai dengan jumlah cell yang masih berfungsi, jika seandainya cell-cell baterai sudah rusak semua maka, tanpa langsung mendapatkan supplay energy listrik AC, maka laptop tidak dapat Anda gunakan. Usahakan untuk meletakkan laptop pada tempat yang dapat menjaga sirkulasi tetap lancar, atau silakan gunakan piranti “cooling pad”. Akibat dari tidak adanya sirkulasi udara yang normal buat laptop, maka suhu laptop akan cepat panas, apabila diabaikan maka perangkat laptop akan sering mengalami “Over-Head”, sehingga laptop akan sering mengalami “Hang” ataupun mati secara tiba-tiba.

  1. Kondisikan baterai selalu dalam keadaan terisi daya atau energy pada saat sedang tidak digunakan, hal ini untuk menjaga cell baterai tetap berfungsi

Silakan untuk selalu menjaga kapasitas normal daya baterai. Saat pemakaian Anda dapat mengatur dan mengontrol pasokan daya yang tersedia, sehingga apabila mendekati habis dapat segera Anda lakukan proses “Charging”. Kemudian bagaimana jika setelah selesai dengan pekerjaan Anda, pada saat perangkat laptop sudah tidak atau sedang tidak digunakan, silakan tetap jaga supplay daya baterainya, jangan biarkan prosentase daya selalu dalam takaran 0%, apabila hal ini berlangsung dalam kurun waktu yang lama, maka hal ini dapat menyebabkan piranti baterai Aus atau rusak.

  1. Jangan sering mengabaikan peringatan dari sistem mengenai prosentase sisa daya atau energy pada laptop (jangan biarkan daya baterai dalam keadaan benar-benar habis atau zonk)

Seringnya pengguna mengabaikan peringatan yang diberikan oleh sistem. Sistem memberikan sebuah rekomendasi perintah yang tentunya telah disesuaikan dengan kondisi perangkat laptop. Sistem menginginkan kondisi perangkat laptop tetap stabil dan normal, maka silakan perhatikan apabila terdapat peringatan untuk segera melakukan Charging daya baterai, jangan dibiarkan sehingga laptop Anda mati karena kehabisan daya baterai, bisa jadi setelah itu Anda akan kesulitan untuk menambah daya baterai apalagi untuk menyalakannya kembali.

  1. Perhatikan mode kerja Charger baterai

Pada perangkat laptop terdahulu, proses Charging yang berlebihan atau terlalu lama akan dapat mengakibatkan cell baterai cepat rusak atau aus, maka bagi Anda yang masih menggunakan tipe baterai Removable, maka hal ini menjadi perhatian penting. Aturlah prosentase daya baterai genap 100%, dan setelah itu hentikan proses charging tersebut. Hal ini akan berbeda dengan proses charging pada perangkat laptop kekinian, didalamnya sudah dibersitkan sistem yang akan mengontrol kondisi daya full baterai, meskipun Anda melakukan proses charging seharian, karena setelah baterai penuh, maka sistem akan mengontrol agar proses dihentikan meskipun terlihat masih dalam proses charging.

  1. Pantau kondisi baterai

Setelah berhasil memiliki, maka sudah selayaknya untuk menjaganya dengan baik, hal ini juga berlaku untuk perangkat laptop. Memantau kondisi laptop menjadi salah satu teknik perawatan default bagi si pemilik, hal ini sudah termasuk kondisi baterai tanam tersebut. Pantau keadaan fisik baterai melalui beberapa fitur konfigurasi dari sistem operasi, atau Anda juga dapat menggunakan beragam aplikasi pemantau kesehatan baterai, sehingga Anda akan selalu berhati-hati dan sadar bagaimana memperlakukan perangkat laptop dengan baik dan maksimal.

Sebagai bahan perhatian bagi pengguna, bahwasanya daya tahan baterai masing-masing merek laptop berbeda, bahkan dengan merek dan seri yang sama pun dapat berbeda, maka kecermatan dan maksimalitas dari pengguna sangat berperan penting dalam hal ini.

  1. Konsultasikan kondisi laptop pada ahlinya

Jika terdapat perihal yang kurang dapat Anda mengerti dan lakukan apabila terjadi sebuah masalah terhadap perangkat laptop (dalam hal ini termasuk baterai tanam), maka silakan konsultasikan kepada ahlinya, bisa langsung dengan kopi darat ataupun konsultasi online. Akan menjadi terasa lebih baik jika kondisi laptop selalu “on action”, sehingga beragam tugas dan aktifitas lainnya dapat ter handle dengan baik.

Demikian artikel yang TUKARPIKIRAN.NET dapat sajikan, semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Saran dan masukan yang bersifat membangun dapat Anda tinggalkan melalui kolom komentar yang tersedia. Terima kasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *