Harddisk Tidak Terdeteksi saat Booting, Begini Cara Mengatasinya !

Posted on

Sudah barang tentu Anda dibuat kaget saat mengetahui piranti harddisk dan USB yang terpasang pada laptop tidak terdeteksi saat proses booting dijalankan, meskipun telah Anda restart berulang kali.  Terdapat dua hal yang bisa Anda gunakan untuk memahami dan mencocokkan gejala tersebut dengan kondisi yang kemungkinan akan terjadi (pada kasus ini sering terjadi pada pengguna Windows 8 ke atas). Untuk lebih jelasnya silakan simak berikut ini :

  1. Rusak (Bad Sector)

Apabila hal ini yang terjadi, maka sejauh apa Anda akan memperbaiki situasi ini hasilnya akan cenderung menunjukkan pada prosentase yang sangat kecil untuk dapat kembali seperti semula walaupun dalam hitungan beberapa kesempatan saja. Pada kondisi seperti ini, BIOS tetap tidak dapat membaca keberadaan piranti harddisk tersebut, walaupun masih terkoneksi secara fisik. Kesalahan terletak pada beberapa titik antara lain piranti Input Output (I/O) yang rusak, hal ini menyebabkan tidak dapat berfungsinya proses rekam dan baca. Titik lainnya dapat terletak pada disk yang mengalami kerusakan (Bad Sector), sehingga piranti I/O tidak mampu membaca data yang tersimpan dalam kepingan disk tersebut, alhasil keduanya sama-sama menunjukkan indikasi kerusakan piranti harddisk tersebut.

Berbicara masalah data yang hilang, masih ada kemungkinan untuk dapat terselamatkan walaupun beberapa persen dari total keseluruhan data, yaitu dengan menggunakan kecanggihan “Digital Forensic“.

  1. Secure Boot menjalankan fungsinya sebagai filter dan melindungi proses Booting

Apabila kondisi ini yang terjadi, maka masih banyak peluang agar harddisk Anda tersebut dapat digunakan kembali. Hal ini sering terjadi sesaat setelah proses instalasi yang dilakukan mengalami kendala teknis, seperti tidak sesuainya file system yang dibutuhkan untuk instalasi sebuah sistem operasi tertentu, sampai dengan tidak kompatibelnya konfigurasi file instalasi yang dibuat, sehingga menyebabkan gagalnya proses instalasi sistem operasi.

BIOS (Basic Input Output System), memiliki metode perlindungan system melalui beberapa opsi yang dimilikinya. Mulai dari kata sandi (password) yang dapat diaktifkan saat pengguna ingin melakukan pengaturan BIOS untuk sebuah kasus tertentu, hal ini merupakan langkah protektif apabila pengguna yang bersangkutan bukanlah si pemilik piranti laptop yang dimaksud, sampai disini kami rasa Anda telah memahami hal tersebut, sehingga dikhawatirkan terjadi sabotase atau tindakan yang melanggar aturan.

Langkah protektif lainnya adalah mem-filter atau melindungi proses booting dari firmware (perangkat lunak) dan hardware (perangkat keras) yang sebelumnya telah terindikasi dapat menyebabkan Crash pada system, maka beberapa ataupun keseluruhan perangkat I/O akan ter disable dalam proses baca atau deteksi terhadap piranti.

Beberapa analisa diatas memberikan kompromi kepada Anda bagaimana langkah antisipasi selanjutnya, agar kerja-kerja yang tertunda dapat berlanjut dan terselesaikan tepat pada waktunya

Menurut kami, dari dua analisa yang telah tersaji diatas silakan lakukan pembuktian terbalik, maksud disini mulai dari opsi nomor dua terlebih dahulu sebelum Anda mem-vonis harddisk mengalami kerusakan. Berikut ini beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi :

  1. Silakan nyalakan laptop dan kondisikan untuk masuk dalam mode BIOS

Pada kondisi standar laptop untuk masuk ke mode BIOS, Anda dapat mengetuk tombol F2 atau apabila Anda menggunakan PC, maka pada umumnya dengan mengetuk tombol Delete

Seperti permasalahan yang telah diutarakan, berikut ini tampilan pada saat tidak dapat membaca perangkat untuk melakukan proses booting

  1. Selanjutnya silakan sorot tabulasi Security, pilih “Secure Boot menu

  1. Pada halaman Secure Boot menu, silakan ubah nilai default nya menjadi “Disable

  1. Setelah aktif dengan status Disable, maka silakan sorot tabulasi Boot, maka Boot Option akan menampilkan perangkat booting yang dapat Anda gunakan

  1. Untuk mengaktifkan dan dapat mendeteksi perangkat booting melalui sistem jaringan, maka silakan ubah nilai Launch CSM menjadi “Enable

Dari pembuktian diatas, ternyata legalitas status haruslah dipastikan terlebih dahulu, sehingga tidak terburu-buru untuk men”judge” bahwa perangkat harddisk tersebut rusak. Memang sistem proteksi menjadi tidak sekokoh pada awalnya, akan tetapi inilah yang harus Anda lakukan. Silakan lengkapi dengan sistem proteksi tambahan seperti antivirus dan sejenisnya sehingga dapat menutup celah yang telah terbuka pada mode BIOS tersebut.

Setelah perangkat dapat terdeteksi kembali, selanjutnya Anda dapat melakukan kerja-kerja rutin seperti biasanya, akan tetapi menjadi sebuah antisipasi keamanan data apabila Anda melengkapi dengan langkah penyelamatan data (data backup), agar kedepannya apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka data-data penting masih dapat tersedia dan tersimpan dengan baik pada perangkat eksternal lainnya

Demikian artikel yang TUKARPIKIRAN.NET dapat sajikan, semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Saran dan masukan yang bersifat membangun dapat Anda tinggalkan melalui kolom komentar yang tersedia. Terima kasih..

Gravatar Image
Tips Komputer dan Internet | Wirausaha serta Inspiratif

19 thoughts on “Harddisk Tidak Terdeteksi saat Booting, Begini Cara Mengatasinya !

  1. Laptop saya dari awal secure boot menunya udh disabled tapi tetep boot optionnya ga muncul kira² permasalahannya dmn ya?

    1. Silakan cek juga pada bagian opsi Legacy boot order dan UEFI boot order
      Pada beberapa BIOS laptop terdapat opsi untuk pengaturan Legacy boot order, silakan Enable kan opsi tersebut

      Apakah yakin bahwa konektor HDD tidak bermasalah ?
      Karena kami juga pernah mendapati studi kasus yang sama dengan permasalahan tersebut, sehingga ter-diagnosa kerusakan pada sisi Hardware

      Semoga membantu …

  2. Bang jadi gini, punya saat install aplikasi tiba2 bluescreen dan langsung boot options nya hilang, jadi gimana bang, padahal sudah sesuai arahan?

    1. Sesuai dari kasus yang Mas/ Mbak sampaikan tersebut, juga terjadi pada perangkat yang kami cek beberapa saat yang lalu. Langkah untuk men-disable-kan opsi “Secure Boot Control” tidak selalu berhasil. Beberapa pengaturan sampai dengan reset dan rekonfigurasi sudah kami lakukan berkali-kali, namun hasilnya tetap nihil, yaitu perangkat HDD tetap tidak terbaca pada menu “Boot Options”, dan pada titik ganti dengan HDD yang baru, itupun masih tetap tidak berhasil

      Berangkat dari kasus yang Mas/ Mbak sampaikan, terdapat dua kemungkinan yang terjadi, sehingga HDD tidak dapat dibaca sebagai pilihan pada opsi “Boot Options Priorities” :
      1. Konektor HDD bermasalah, bisa jadi pada bagian IC yang bersangkutan, sehingga menyebabkan tidak dapat terbacanya perangkat HDD
      Silakan cek bagian tersebut, jika terkendala bisa meminta bantuan teknisi yang berpengalaman

      2. Perangkat HDD sudah mengalami Badsector, sehingga menyebabkan disk menjadi corrupt dan tidak dapat dibaca lagi. Apabila ini yang terjadi, silakan cek dengan menggunakan HDD lain yang masih berfungsi, apabila terbaca pada opsi “Boot Options”, maka memang benar HDD yang rusak

      NB : gejala HDD sudah mulai mengalami Badsector (rusak), salah satunya ditandai dengan seringnya muncul mode “Blue screen” meskipun sedang dijalankan secara normal

      Semoga membantu …

  3. Gan.
    Lektop saya kerendam air..
    Terus saya lap dan diam kan di dalam beras selama 4 jam.
    Dan setelah di hidupkan
    Muncul tampilan boot device not found.
    Apa kah itu indikasi akan mengalami kerusakan besar?

    1. Walaupun terendam air, tetapi apabila sudah dipastikan dalam keadaan kering kembali, prosentase untuk berfungsi kembali sangat dominan. Indikasi dengan pesan “boot device not found”, hal ini menandakan bahwa saat ini rangkaian Motherboard masih dapat berfungsi. Hanya yang menjadi kendala bahwa proses boot yang dijalankan oleh komputer tidak berhasil menemukan piranti disk yang berisi sistem operasi untuk dijalankan

      Menurut kami hal tersebut untuk saat ini bukan termasuk kerusakan besar, hanya menyoal piranti Harddisk yang bermasalah. Sebagai solusi awal untuk melakukan checking adalah sebagai berikut :
      1. Silakan lepas Harddisk yang terpasang secara internal tersebut, dan pastikan jarum-jarum konektornya dalam keadaan kering
      2. Silakan pasang kembali, kemudian hidupkan laptop dan masuk pada mode BIOS dengan menekan tombol F2 atau DEL. Atur First Boot Priority pada Harddisk yang ada. Seperti apa contoh pengaturan BIOS nya silakan cek tautan https://tukarpikiran.net/harddisk-tidak-terdeteksi-saat-booting-begini-cara-mengatasinya/
      3. Apabila dengan menggunakan casing Harddisk eksternalpun masih belum terbaca, silakan gunakan piranti Harddisk lain yang masih berfungsi atau yang baru, silakan pasang dan cek pada pengaturan BIOS nya, apabila piranti Harddisk terdeteksi berarti piranti Harddisk sebelumnya (yang lama) telah mengalami kerusakan (trouble)

      Semoga membantu …

    1. Maaf sebelumnya, apakah Mas/ Mbak ingin melakukan penyetingan booting menggunakan kartu jaringannya, karena jika hanya berfokus pada pendeteksian HDD, hal itu dapat diabaikan…

      Semoga dapat membantu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *