Mengapa Laptop Shutdown Ketika di Charger ?

Posted on

Serasa tidak pernah bosan apabila kita berbicara mengenai kelainan dan kerusakan (baik software maupun hardware) sebuah komputer. Ketika satu permasalahan dapat diatasi, disisi lain muncul permasalahan lain ataupun serupa tetapi tidak sama. Latar belakang adanya sebuah permasalahan pada sebuah unit komputer tidak lepas dipengaruhi oleh faktor pengguna itu sendiri, dimana perlakuan yang diberikan menjadi dasar awal terjadinya kerusakan. Hal ini tentu dengan kondisi dan karakteristik yang berbeda, dimana pengetahuan mengenai aturan pakai yang beragam, sehingga semakin melengkapi khasanah permasalahan itu sendiri.

Pada kesempatan kali ini TUKARPIKIRAN.NET ingin berbagi pengalaman bagaimana menyelesaikan sebuah permasalahan yang muncul pada sebuah laptop ketika masih tergolong memasuki masa-masa awal kerusakan. Sebutlah baru berumur sekitar satu tahun sejak laptop tersebut dibeli, sudah mulai menunjukkan permasalahan yang rumit, sehingga pengguna sampai tidak dapat lagi memanfaatkan untuk kerja-kerja selanjutnya. Laptop tiba-tiba saja terkondisikan untuk melakukan proses shutdown, ketika dicolokkan charger guna mengisi daya baterai, atau dengan istilah mudahnya laptop yang sedang hidup, seketika langsung mati (shutdown) ketika dicolok dengan charger power

Mengapa hal ini demikian ?

Terdapat sumber yang mengatakan bahwa ada kerusakan pada komponen prosessor-nya. Memang hal tersebut ada kaitannya dengan mekanisme kerja prosessor, yaitu dimana laptop tiba-tiba saja mati ketika baru dinyalakan beberapa saat, tetapi kita perlu melihat lebih teliti seperti apa mekanisme shutdown yang terjadi, apakah mati mendadak tanpa ada proses awalannya atau terdapat sebuah proses penjadwalan sebelum mekanisme shutdown dijalankan

Ternyata setelah dilihat lebih detail, mekanisme shutdown yang terjadi didahului oleh sebuah proses penjadwalan (pengkondisian), dimana akan langsung shutdown secara normal ketika dicolokkan charger. Melihat studi kasus tersebut, dapat disimpulkan bahwa komponen prosessor tidak sepenuhnya bermasalah, sehingga dapat diambil kesimpulan awal akan dua hal yang menjadi penyebab permasalahannya, untuk lebih jelasnya berikut ini ilustrasi yang dapat kami sampaikan dari proses perbaikan yang dilakukan :

  1. Crash pada registry akibat terlalu banyak install game

Terlalu banyak meng-install aplikasi game ternyata dapat mendatangkan efek kurang baik bagi kondisi laptop. Selain cukup banyak menyita ruang memory, juga berdampak pada mekanisme kerja registry windows itu sendiri. Banyak registry yang mengalami crash, sehingga menyebabkan permasalahan yang cukup berat bagi sistem operasi untuk menjalankan perintah-perintah dari kerja yang dilakukan, hal ini dikarenakan banyaknya program yang akan ter-install tanpa kita ketahui pada saat instalasi aplikasi game tersebut dilakukan. Program-program siluman inilah yang akan menjadi cikal bakal adanya crashing windows setelah terakumulasi sekian lama. Penyebab lain karena adanya sampah-sampah dari hasil proses saat menjalankan aplikasi game yang tidak dapat kita acuhkan begitu saja, dibiarkan menumpuk sampai pada taraf menghambat kinerja laptop

  1. Overheat akibat banyaknya debu dan keringnya pasta pendingin prosessor

Perihal yang satu ini tentunya sudah bukan rahasia lagi, berbicara mengenai overheat, tentu akan dihubungkan dengan kondisi suhu yang panas melebihi ambang normal, sehingga menjadi penyebab sistem crash atau not responding. Kuantitas debu yang terakumulasi sekian lama menjadi penyebab utama bagi permasalahan tersebut, oleh karena itu sesi perawatan secara total perlu diagendakan untuk menyumbang sekian persen penyelesaian kasus. Selain itu keringnya pasta pendingin pada prosessor juga turut mempengaruhi terjadinya kondisi yang tidak stabil ini, padahal pasta inilah yang akan berguna untuk meredam atau mengurangi frekuensi suhu yang abnormal (overheat) tersebut

Setelah menemukan dua permasalahan diatas, maka hal yang bisa Anda lakukan adalah :

  1. Backup data penting

Pertama yang harus dijadikan prioritas adalah keselamatan data terlebih dahulu. Apabila laptop selalu mengalami shutdown atau not responding akibat overheat, maka langkah lain untuk mengambil (mem-backup) data adalah dengan melepas komponen harddisk tersebut dan memasangkannya pada case external (konektor). Setelah itu pindai atau copy seluruh data penting ke disk penyimpanan lainnya, hal ini untuk mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan saat proses perbaikan nantinya, sehingga data akan tetap aman

  1. Install ulang windows

Setelah proses backup data berjalan dengan baik, selanjutnya untuk mendapatkan sistem operasi baru yang belum terkontaminasi, maka agenda berikutnya adalah melakukan instalasi ulang sistem windows dengan versi yang sama atau versi diatasnya (selama spesifikasi laptop mendukung), hal ini tentunya menjadi pilihan masing-masing dari pengguna. Windows yang ter-install sebelumnya, yang notabene-nya telah mengalami kerusakan, khususnya pada bagian registry, dengan install ulang, maka akan didapatkan instalasi windows baru yang siap digunakan, dan tentunya tidak lagi bermasalah dengan registry

Sebagai catatan kecil, ada baiknya apabila kita memperhatikan mengenai pola penggunaan unit laptop secara normal. Bagaimana memaksimal sistem operasi yang ada, perlindungan terhadap data, serta bijak dalam menggunakan aplikasi tambahan. Tentunya hal ini akan berefek pada kenyamanan dan lama waktu pakai dari sebuah laptop, kurang bijaknya sisi penggunaan akan berakibat menurunnya kinerja sampai pada tingkatan kerusakan yang tergolong berat

Demikian artikel yang TUKARPIKIRAN.NET dapat sajikan, semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Saran dan masukan yang bersifat membangun dapat Anda tinggalkan melalui kolom komentar yang tersedia. Terima kasih …

Gravatar Image
Tips Komputer dan Internet | Wirausaha serta Inspiratif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − seven =