Penyebab Laptop Sering Restart Sendiri !

Posted on

Seiring sejalan dengan perkembangan peradaban manusia, teknologi telah meletakkan peranan penting dalam mengubah pola atau gaya hidup manusia menjadi lebih bernilai. Generasi demi generasi telah berhasil dilahirkan dengan karakteristik serta emosional yang beragam

Pola pembiasaan dalam segala hal juga menjadi sorotan utama dalam menjajaki kepribadian manusia itu sendiri. Teknologi telah berhasil menyihir daya intelektual manusia menjadi lebih bernilai tinggi, apapun segi dan tuntutannya. Manusia telah berhasil mentransfer pola pikir dan kebiasaannya ke dalam sebuah sistem kecerdasan yang berbentuk dan tersusun rapi melalui sebuah proses komputerisasi yang disebut dengan “komputer” itu sendiri

Serasa memiliki asisten pribadi, komputer memiliki ciri khas cepat, praktis dan ekonomis, memiliki daya efisiensi dan maksimalitas dalam membantu manusia menyelesaikan tuntutan pekerjaan dan kebutuhannya. Apabila kami ajak Anda untuk membahas sejarah atau peradaban perkembangan komputer, maka melalui postingan artikel kali ini serasa tidak akan cukup, maka TUKARPIKIRAN.NET mengajak Anda untuk langsung menuju kepada pokok pembahasan, yaitu mengenai penyebab laptop sering mengalami proses restart sendiri tanpa Anda kehendaki.

Terdapat 2 elemen penting yang mendasari terbentuknya komputer, dalam hal ini adalh perangkat laptop, yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (sistem operasi dan program aplikasi). Apa saja alasannya, berikut ini yang dapat Anda simak :

Melihat dari bagian perangkat lunak

  1. Menggunaan file sistem operasi bajakan atau kurang ter-update

Penggunaan file instalasi tentunya menjadi salah satu faktor utama bagi fungsionalitas sebuah komputer. Bagaimana perangkat keras (hardware) dapat digunakan, apabila tidak disertai dengan pengaplikasian perangkat lunak (software) di dalamnya, yang lebih tepatnya sebagai perantara antara pengguna (manusia) dengan perangkat keras tersebut.

Bagaimana kaitan antara sistem operasi bajakan atau kurang ter-update dengan faktor penyebab komputer menjadi sering restart sendiri ?

Tentunya beralasan, apabila sistem operasi yang digunakan bukanlah yang asli, hampir banyak hal dipengaruhi oleh mekanisme ini, dan ini juga berlaku untuk software sistem operasi seperti Windows.

Terdapat beberapa point penyebab masalah sering restart atau bahkan laptop blue screen dikarenakan penggunaan sistem operasi (Windows) bajakan atau kurang update, antara lain :

    1. Mekanisme kerja sistem keamanan menjadi kurang maksimal dan kurang tangguh untuk menangani algoritma virus atau bugs dengan isu keamanan yang baru atau lebih canggih
    2. Sistem operasi masih mengandung prosedur-prosedur lama yang dapat menghambat kinerja dengan kapasitas tinggi, sehingga menjadi bermasalah ketika harus siap untuk diandalkan

 

  1. Instalasi program aplikasi yang tidak sempurna (corrupt)

Sama hal-nya dengan kode (source) sistem operasi, program aplikasi juga dapat mengalami kerusakan pada kode penyusunnya, sampai dengan mengandung bugs yang tentu saja menjadi peringatan bagi Anda untuk selalu memperbaharui sistem pengamanan pada sistem operasi (Windows). Berbagai alasan mengapa program aplikasi dapat mengalami kerusakan (corrupt), mulai dari terkena virus sampai dengan proses unduh atau copy yang kurang sempurna, hal ini juga dapat membuat perangkat laptop menjadi sering mengalami proses restart sendiri

  1. Terinfeksi virus, sehingga mengacaukan Registry

Sekali lagi alasan keamanan menjadi salah satu isu utama mengapa hal tersebut urgent untuk segera dibenahi. Aktifitas browsing, download, copy dan paste menjadi pemicu mengapa virus menjadi mudah menyebar ke para pengguna perangkat komputer (laptop) !

Berbagai macam aktifitas virus, tetapi pada intinya ingin mengacaukan jantung pertahanan utama, yaitu registry pada sistem operasi. Bisa saja Anda akan dibuat pusing dan bingung oleh akibat virus yang tertanam pada perangkat harddisk, sehingga sering restart sendiri menjadi salah satu akibat yang ditimbulkannya

Melihat dari ketiga contoh penyebab perangkat laptop sering restart sendiri, perangkat lunak menjadi salah satu bagian yang sudah seharusnya mendapatkan perhatian dari para penggunanya. Dianjurkan untuk rutin melakukan pembaharuan sistem, sehingga berbagai sudut pandang mulai dari fungsionalitas, kehandalan, dan keamanan menjadi lebih dapat dipertanggung jawabkan

Melihat dari bagian perangkat keras

  1. Prosessor mengalami Overheat (Temperatur suhu yang terlalu panas)

Bukan merupakan rahasia lagi apabila piranti keras prosessor menjadi bagian vital dalam berjalannya proses ALU (Arithmetic Logic Unit). Perangkat komputer (laptop) dapat dikatakan bekerja maksimal, apabila piranti ini dalam kondisi prima (powerfull). Apabila Anda kurang memperhatikan kestabilannya, maka dengan alasan kotor dan panas (overheat) piranti prosessor akan berubah menjadi sangat menjengkelkan, sehingga bukan saja terasa lambat (lemot), tetapi juga dapat memacu sistem operasi untuk menjadi sering mengalami restart sendiri tanpa Anda kehendaki

Solusinya silakan lakukan proses maintenance sederhana, dengan cara membersihkan bagian dalam perangkat laptop secara perlahan dan hati-hati, serta berikan tambahan pasta pendingin pada bagian prosessor yang menyatu dengan heatsink fan

  1. Memory RAM dalam keadaan tidak stabil/ mengalami penurunan kinerja

Sebagai bagian yang mengatur proses antrian data proses dan keluaran (output), maka RAM juga menjadi bagian vital yang harus selalu mendapatkan perhatian. Para pengguna terkadang berspekulasi untuk menambah kapasitas memory ini, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja, tetapi bagaimana apabila piranti RAM ini sudah mulai mengalami penurunan kinerja, tentu akan membuat proses menjadi tidak sesuai dengan ekspektasi Anda lagi, bahkan dalam beberapa kasus menyebabkan proses menjadi lambat yang pada akhirnya sering mengalami restart sendiri tanpa diperintahkan

Solusi yang dianjurkan untuk Anda adalah melakukan pembaharuan piranti dengan seri yang lebih baru, atau apabila dibatasi budget, maka silakan ganti dengan piranti RAM bekas tapi masih dapat di andalkan untuk meng-handle kerja-kerja Anda

  1. Harddisk menunjukkan gejala bad sector

Piranti yang satu ini merupakan “data storage device” yang sangat diandalkan untuk menampung berbagai macam jenis data yang Anda miliki, tentu saja harus selalu dikontrol kestabilannya. Apabila sudah mulai menunjukkan gejala kurang sehat, maka silakan untuk segera mem-backup data-data penting yang Anda miliki, hal ini dikarenakan keselamatan data Anda sedang terancam. Salah satu gejala ketidakstabilan ini adalah sering mengalami restart sendiri saat Anda sedang bekerja, hal ini disebabkan adanya kondisi “bad sector” yang akan mengganggu proses tulis dan baca  (I/O) terhadap piranti harddisk

Apabila benar-benar sampai rusak, maka silakan segera keluarkan piranti harddisk cadangan untuk dapat melanjutkan kerja-kerja Anda berikutnya

Melihat dari sisi piranti (hardware), maka untuk dapat melakukan maintenance dan pembaharuan perangkat memang mengharuskan Anda sejak jauh-jauh hari untuk mencadangkan budget apabila ingin memperbaiki kondisi ataupun melakukan upgrade piranti dengan model dan kemampuan terbaru

Beberapa alasan yang telah disebutkan diatas, sisi perangkat lunak menjadi faktor yang masih dapat dikompromikan, sehingga penanganannya masih dalam status ringan, tetapi apabila melihat sisi perangkat keras, maka sebelum hal ini terjadi ada baiknya sedari awal Anda dapat lebih bijak dan tepat dalam hal pola dan gaya pemakaian perangkat, dengan demikian dapat lebih memperpanjang masa pakainya

Demikian artikel yang TUKARPIKIRAN.NET dapat sajikan, semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Saran dan masukan yang bersifat membangun dapat Anda tinggalkan melalui kolom komentar yang tersedia. Terima kasih..

Gravatar Image
Tips Komputer dan Internet | Wirausaha serta Inspiratif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *