Tips Mengatasi Windows Automatic Repair

Posted on

Apa yang dapat dilakukan ketika Windows dilaptop atau PC Anda tiba-tiba menampilkan mode repair yang ternyata tidak selesai-selesai meskipun telah menunggunya beberapa waktu lamanya!, bahkan dapat sampai berhari-hari mode itu tetap masih belum menunjukkan akhirnya

Mode Preparing Automatic Repair tiba-tiba saja muncul ketika pengguna baru saja menyalakan laptop atau PC, kemudian reboot secara otomatis dan kembali lagi ke mode Automatic Repair seperti semula. Bagaimana cara yang dapat Anda lakukan ketika menemukan kasus yang sama, bagaimana cara untuk memperbaikinya, sehingga dapat pulih seperti semula ?

Berangkat dari pengalaman yang pernah dijumpai tersebut, berikut ini yang dapat kami bagi untuk Anda :

Mode Automatic Repair dapat dikatakan akan selalu menggiring pada terjadinya kegagalan proses booting Windows sesaat ketika Anda mengaktifkan atau menyalakan laptop atau PC, tentu hal tersebut akan membuat Anda tidak dapat mengakses semua program ataupun bermacam data file yang Anda simpan sebelumnya, alhasil berbagai macam aktifitas yang berhubungan dengan laptop atau PC tersebut akan terganggu

Kesempatan kali ini TUKARPIKIRAN.NET ingin berbagi solusi untuk mengenal dan mengatasi permasalahan tersebut, sehingga dapat kembali normal seperti biasanya :

Apabila Anda menemukan mode Automatic Repair sebenarnya sama dengan Startup repair, yang mana merupakan sebuah fitur dari sistem yang memberikan informasi apabila sedang terjadi permasalahan atau kerusakan pada sistem Windows yang dimaksud, dan ini telah ditetapkan dengan mode otomatis, sehingga akan dengan cepat merespon setiap gangguan atau permasalahan yang berkenaan dengan proses booting (red. Windows)

Akan tetapi mode ini tidak selalu berhasil ketika telah dijalankan, banyak pengguna yang merasakan mode ini sebagai kendala atau masalah baru yang membingungkan. Jelas saja ketika baru saja dijalankan harus menunggu beberapa waktu, namun gagal dan berulang seperti itu kembali !

Beberapa tanda yang dapat Anda kenali dari mode Automatic Repair ini antara lain :

  1. Mode Automatic Repair dengan tampilan layar berwarna hitam dengan dilengkapi pesan kesalahan yang berbunyiPreparing Automatic Repair” atau “Diagnosing your PC“. Dalam prosesnya Windows memberitahukan apabila akan dilakukan perbaikan sistem secara otomatis, akan tetapi hanya menghasilkan layar hitam tanpa ada kejelasan hasil akhir dari proses tersebut

Gbr. Automatic repair layar hitam

  1. Mode Automatic Repair Windows yang ternyata menghasilkan layar biru atau sering disebut “Blue Screen”, yang menginformasikan apabila “Laptop atau PC Anda gagal melakukan proses booting” atau “proses perbaikan sistem Windows yang dijalankan mengalami kegagalan”Pada kenyataannya jika Anda mengklik opsi “Restart“, maka proses akan diulangi kembali dan begitu saja seterusnya

Gbr. Automatic repair layar biru

Automatic repair sering sekali dialami oleh pengguna Windows ketika sedang melakukan pembaharuan sistem (update Windows) atau proses shutdown Windows yang tidak benar atau tiba-tiba, yang mana meninggalkan kerusakan (bug) pada sistem Windows

Beberapa penyebab mengapa mode Automatic Repair dijalankan oleh Windows, diantaranya :

  1. Terjadi kerusakan pada Registry Windows
  2. Terjadi kerusakan pada file BOOTMGR (Windows Boot Manager)
  3. Terjadi hilangnya file sistem atau kerusakan pada file sistem yang dimaksud
  4. Adanya kendala dengan driver perangkat keras seperti : Hard drive, Motherboard, VGA)

Sesuai dengan tanda-tanda yang dimunculkan saat proses ini dijalankan, maka berikut ini merupakan tips atau solusi yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi mode Automatic repair :

A. Mode Automatic Repair dengan tampilan layar berwarna hitam

Ditandai dengan pesan kesalahan yang berbunyi “Preparing Automatic Repair” atau “Diagnosing your PC“, dengan tampilan layar monitor berwarna hitam yang juga tidak menampilkan atau menyediakan opsi menu perbaikan sistem yang bermasalah tersebut, sehingga Anda harus menggunakan media instalasi Windows sebagai alat bantu untuk memperbaikinya

Berikut ini beberapa langkah yang dapat menjadi referensi untuk mengatasi permasalahan tersebut :

  1. Mematikan paksa kemudian menghidupkannya kembali (Reboot paksa)
    Pada saat laptop atau PC tidak merespons dengan proses yang sedang dijalankan, silakan lakukan reboot secara paksa (hard reboot) terlebih dahulu. Usaha tersebut merupakan cara untuk me-restart komputer Anda secara manual, hal tersebut terpaksa harus dilakukan karena cara normal menggunakan kontrol sistem operasi (soft reboot) akan sulit dilakukan. Cara paling umum untuk melakukan booting ulang adalah dengan menekan dan menahan tombol daya pada laptop atau PC sampai mati. Setelah itu, nyalakan kembali dan lihat apakah masalahnya masih ada ?, apabila belum ada perubahan, silakan gunakan cara selanjutnya dibawah ini
  2. Refresh atau Reset PC atau laptop
    Solusi lain untuk mengatasi permasalahan dalam konteks ini adalah dengan me-reset laptop atau PC secara langsungPada layar atau jendela tampilan mode ini, silakan tekan dan tahan tombol power tiga kali untuk mematikan mesin secara paksa. Sistem akan memasuki halaman repair boot setelah 2-3 kali reboot, pilih Troubleshoot, kemudian lanjutkan untuk Refresh PC atau Reset PC

  1. Lakukan proses Booting dengan menggunakan Safe Mode
    Safe Mode merupakan mode diagnostik Windows. Pada sistem ini Anda dapat melakukan boot laptop atau PC dengan program dan layanan minimal yang diperlukan. Dalam Safe Mode, Anda dapat memperbaiki beberapa masalah terkait sistem dengan menghapus atau memperbarui perangkat lunak atau driver yang tidak kompatibel, menghapus file bermasalah, menghapus virus, dan beberapa diantaranyaKetika komputer terhenti pada modePreparing Automatic Repair / Diagnosing your PC” atau layar komputer menjadi hitam dan berhenti merespons, tidak akan ada pilihan lain di laptop atau PC Anda untuk memperbaiki sistem. Dengan demikian, Anda memerlukan CD / DVD ataupun flashdisk instalasi Windows untuk metode berikut. Jika Anda tidak memiliki disk instalasi, ikuti panduan dari Microsoft untuk membuat media instalasi Windows. Kemudian masuk ke Safe Mode :

Berikut ini langkah untuk menggunakan Safe Mode :

    1. Silakan hubungkan media instalasi Windows ke komputer, baik itu menggunakan DVD / CD Room maupun dengan menggunakan Flashdisk
    2. Silakan atur agar proses booting dijalankan melalui media instalasi yang dimaksudkan
    3. Setelah media terbaca, di jendela Windows Setup, silakan pilih “Next
    4. Pada Windows Setup, pilih “Repair your computer“, kemudian “Troubleshoot“, dilanjutkan “Advanced options” lalu pilih “Startup Settings
    5. Silakan pilih salah satu opsi Safe Mode yang didalamnya terdapat (Safe Mode, Safe Mode with Networking, dan Safe Mode with Command Prompt) untuk masuk

Apa yang dapat Anda lakukan dalam Safe Mode ?

Dalam praktiknya terdapat beberapa langkah yang dapat Anda lakukan setelah berada pada posisi Safe Mode, antara lain :

    1. Menjalankan program antivirus untuk memindai dan menghapus virus
    2. Menghapus file yang bermasalah yang dapat menyebabkan modePreparing Automatic Repairmenjadi terhenti
    3. Menghapus software aplikasi atau driver yang mencurigakan
    4. Memperbarui driver hardware

      4. Menjalankan perangkat untuk mengecek file System

Apabila file system di dalam laptop atau PC Anda rusak atau hilang, hal inilah yang menjadi masalahnya. Satu keuntungan, bahwa Windows menyediakan alat pemeriksa file system yang menjadi default saat instalasi berhasil dilakukan, yang merupakan utilitas baris perintah bagi pengguna untuk memeriksa dan memperbaiki file system yang hilang atau rusak. Untuk dapat menggunakan alat ini, Anda memerlukan media instalasi Windows, seperti disebutkan di atas

Adapun langkah yang dapat Anda praktikkan sebagai berikut :

    1. Silakan hubungkan media instalasi Windows ke komputer Anda
    2. Lakukan pengaturan proses booting dari media instalasi tersebut, dan tunggu beberapa saat
    3. Pada jendela Windows Setup, pilih “Next
    4. Pilih “Repair your computerkemudian Troubleshootpilih Advanced optionsdan selanjutnya Command Prompt
    5. Ketik sfc /scannow dan tekan “Enter“. Setelah itu, keluar dari Command Prompt dan nyalakan kembali komputer

      5. Rebuild BCD

Apabila MBR (Master Boot Record) dan Boot Configuration Data (BCD) hilang, rusak, atau tidak terkonfigurasi dengan benar, maka Windows tidak akan dapat dijalankan. Berangkat dari sebab tersebut, maka silakan masuk ke sistem Windows Anda dan segera perbaiki kondisi MBR secara manual dan konfigurasi ulang BCD agar dapat kembali nomal

Anda dapat menggunakan sebuah tool yang disebut Bootrec, atau sering disebut dengan utilitas bootrec.exe, yang telah disediakan oleh Microsoft sebagai upaya pemulihan sistem (Windows Recovery), dimana ketika komputer Anda gagal untuk menjalankan Windows. Utilitas bootrec.exe inilah yang dapat digunakan untuk memperbaiki MBR, Boot Sector, BCD, dan boot.ini yang bermasalah

Bagaimana langkah yang dapat Anda lakukan, silakan simak berikut ini :

    1. Masukkan disk instalasi Windows Anda ke komputer Anda
    2. Mulai komputer Anda dan boot dari DVD instalasi Anda
    3. Pada jendela Windows Setup, pilih “NextkemudianRepair your computer
    4. Di menu Windows Boot Options, pilih “Troubleshoot” lalu “Advanced Options” dan kemudian “Command Prompt
    5. Ketika Command Prompt muncul, masukkan baris berikut secara berurutan:

bootrec /fixboot

bootrec /scanos

bootrec /fixmbr

bootrec /rebuildbcd

Exit

    1. Nyalakan kembali komputer
  1. Menonaktifkan mode Automatic Repair
    Ada kemungkinan bahwa mode Automatic Repair itu sendiri adalah alasan mengapa komputer Anda tidak bisa boot dengan benar. Oleh karena itu ada baiknya untuk mencoba menonaktifkan mode tersebut di Windows. Anda harus memasukkan Command Prompt seperti pada langkah 3 sebelumnya untuk menyelesaikan pekerjaan ini

Berikut ini langkah yang dapat Anda lakukan :

    1. Masukkan disk instalasi Windows Anda ke komputer Anda
    2. Mulai komputer Anda dan boot dari DVD instalasi Anda
    3. Pada jendela Windows Setup, pilih “NextkemudianRepair your computer
    4. Di dalam menu Windows Boot Options, silakan pilih “Troubleshoot” kemudian “Advanced Options” dan klik “Command Prompt
    5. Ketika Command Prompt muncul, masukkan bcdedit /set {current} recoveryenabled No
    6. Keluar dari Command Prompt dan restart komputer

Melalui Command Prompt, Anda juga dapat menghapus file yang bermasalah yang dapat menyebabkan mode Automatic Repair tersebut, berikut ini yang dapat Anda lakukan :

    1. Silakan gunakan Command Prompt dari menu Windows Boot Options seperti sebelumnya
    2. Pada baris perintah, silakan masukkan kode perintah berikut ini :

X:\Source>cd C:\Windows\System32\LogFiles\Srt

C:\Windows\System32\LogFiles\Srt\SrtTrail.txt

Apabila dalam file SrtTrail.txt Anda menemukan sebuah boot critical file seperti dibawah ini :

Boot critical file c:\windows\system32\drivers\vsock.sys is corrupt

dimana pada file tersebut telah mengalami kerusakan (corrupt), maka silakan untuk menghapusnya dengan menggunakan bantuan fasilitas command prompt dan tentunya menggunakan baris perintah berikut ini :

c:\>cd c:\Windows\System32\drivers

c:\Windows\System32\drivers>del vsock.sys

B. Mode Automatic Repair dengan tampilan layar berwarna biru

Pesan kesalahan yang disampaikan pada layar laptop atau PC Anda saat mode Automatic Repair mengalami kegagalan proses yaitu menampilkan layar biru dengan bunyi “Your PC did not start correctly” atau “Automatic Repair couldn’t repair your PC.” Apabila opsi “restart” yang Anda ambil, maka komputer akan kembali memberikan proses yang sama, alhasil mode Automatic Repair kembali dijalankan

Namun Anda masih memiliki harapan untuk melakukan langkah perbaikan selanjutnya, hal ini dikarenakan terdapat opsi lanjutan yang tersedia di layar biru, yaitu “Advanced Options

Beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi permasalah tersebut antara lain :

  1. Melakukan Restore terhadap registry Windows yang rusak

Registry adalah database yang berisi informasi konfigurasi sistem operasi dan sebagian besar aplikasi, sehingga apabila terjadi kerusakan registry dapat menyebabkan masalah serius seperti Automatic Repair yang berulang tanpa henti. Tetapi sistem pada registry telah membuat cadangan data konfigurasi secara otomatis. Sehingga Anda dapat menggunakan data cadangan tersebut untuk memulihkan registry Windows ke versi yang lebih kompatibel

Untuk melakukan pemulihan (restore) registry Windows, berikut yang dapat Anda gunakan :

    1. Pada layar biru silakan pilih “Advanced options” kemudian arahkan pada menu TroubleshootpilihAdvanced Optionskemudian klikCommand Prompt
    2. Selanjutnya pilih akun pengguna yang ada beserta kata sandinya
    3. Pada jendela Command Prompt, masukkan perintah berikut secara berurutan :
      C:CD Windows\System32CD configDIRCD regbackDIRCD..REN default default1

      ren sam sam1

      ren security security1

      ren software software1

      ren system to system1

      CD regback

      copy * c:\windows\system32\config

    4. Ketik exit pada layar “Choose an option“, kemudian silakan Matikan PC dan kemudian nyalakan kembali komputer Anda
  1. Melakukan Restore terhadap sistem Windows
    Apabila Anda telah membuat Windows Restore point sebelum Automatic Repair ini terjadi, maka Anda dapat mengembalikan sistem seperti sebelum terjadi kesalahan ini, yang mana dengan begitu hal ini dapat teratasi

Untuk melakukan hal tersebut, berikut ini langkah yang dapat Anda gunakan :

    1. Pilih Advanced optionspada layar dan kemudian silakan arahkan pilihan ke opsiTroubleshootkemudian Advanced Optionsdan klikSystem Restore
    2. Pilih restore point yang akan Anda gunakan untuk mengembalikan sistem Windows seperti sebelum terjadi kesalahan
    3. Silakan tunggu sampai proses restore selesai dan lanjutkan dengan me-restart laptop atau PC

      3. Menonaktifkan tools Anti-Malware

Cara lain untuk keluar dari Windows Automatic Repair yang berulang ini adalah dengan menonaktifkan perlindungan anti-malware yang dijalankan. Anda dapat melakukan ini dengan memanfaatkan opsi menu yang disediakan pada jendela Windows Boot Options, yang akan mulai muncul setelah Anda me-restart komputer

Untuk mencoba langkah ini, berikut yang dapat Anda simak :

    1. Pilih Advanced optionspada layar dan kemudian silakan arahkan ke opsi menuTroubleshootsilakan lanjutkan memilihAdvanced Optionsdan kemudian klik opsi menu Startup Settings“. Sesaat setelahnya laptop atau PC Anda akan melakukan restart yang mana setelah aktif kembali akan memberi Anda daftar opsi menu untuk melanjutkan langkah berikutnya
    2. Setelah halaman Startup Settings terbuka, silakan pilih opsi menu Disable early launch anti-malware protection
    3. Selanjutnya silakan lakukan restart laptop atau PC Anda, setelah itu silakan cek dan perhatikan apakah Anda telah dapat melakukan boot ke Windows atau belum ?, normalnya pada tahap ini Anda akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan boot Windows

Apabila langkah-langkah diatas tidak dapat membantu Anda untuk mengatasi efek dari mode Windows Automatic Repair yang terjadi, maka Anda dapat menggunakan sebuah tools efektif yang bernama EaseUS Data Recovery Wizard untuk mendapatkan cara bagaimana menyelamatkan data-data penting terlebih dahulu dari laptop atau PC yang bermasalah tersebut yang selanjutnya dapat Anda teruskan dengan instalasi ulang Windows

Untuk lebih jelasnya berikut ini langkah yang dapat Anda lakukan dengan menggunakan EaseUS Data Recovery Wizard :

  1. Silakan untuk terlebih dahulu mendapatkan tool EaseUS Data Recovery Wizard
  2. Selanjutnya silakan untuk membuat aplikasi booting dari tool EaseUS Data Recovery Wizard tersebut pada media yang dapat di-boot untuk membuat perangkat yang dapat di-boot ke laptop atau PC Anda
  3. Hubungkan media yang dapat di-boot yang Anda buat tadi ke laptop atau PC yang bermasalah dan boot Windows dari perangkat
  4. Pulihkan semua file pada disk atau partisi yang Anda maksud sebagai partisi sistem (drive C). (Perlu Anda perhatikan bahwa jangan melakukan recovery atau memulihkan data ke disk / partisi asli, silakan pilih partisi selain partisi / drive C)
  5. Selanjutnya Anda dapat melakukan instalasi ulang Windows

Beberapa paparan diatas merupakan panduan teknis ketika Anda mendapatkan permasalahan yang sama, terhenti dengan mode kesalahan yang tidak kunjung usai

Apabila salah satunya memberikan jalan keluar, maka instalasi ulang sistem operasi Windows tidak perlu Anda lakukan, karena Anda pasti mengetahui konsekuensi jika hal tersebut menjadi opsi yang diambil, terlebih apabila terdapat banyak data penting pada disk / partisi sistem (drive C)

Semoga Anda merupakan salah satu dari sekian pengguna yang beruntung mengatasi mode Automatic Repair yang terhenti atau terkendala tersebut

Demikian artikel yang TUKARPIKIRAN.NET dapat sajikan, semoga dapat bermanfaat untuk Anda. Saran dan masukan yang bersifat membangun dapat Anda tinggalkan melalui kolom komentar yang tersedia. Terima kasih..

 

 

Referensi : https://www.easeus.com

Gravatar Image
Tips Komputer dan Internet | Wirausaha serta Inspiratif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *